Puan Tekankan Pentingnya Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Minggu, 10 Mar 2024, 11:50 WIB

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya keterwakilan perempuan di parlemen saat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ketua Parlemen Perempuan Dunia di Prancis. Ia juga menyinggung soal penyelenggaraan pemilu di Indonesia yang telah dilaksanakan pada 14 Februari lalu.

"Tahun 2024 merupakan tahun demokrasi di mana lebih dari 70 negara melaksanakan pemilihan umum (Pemilu). Sekitar 50 persen penduduk dunia menggunakan hak pilihnya untuk memilih para pejabat publik," ungkap Puan dalam keterangan rilisnya yang disiarkan laman DPR RI, Jumat (8/3).

Ket. Foto: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani dalam Women Speakers' Summit 2024 di Paris, Prancis, Kamis (7/3/2024). — Sumber: ANTARA/HO-DPR RI

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menekankan, pemilu dapat menjadi penentu masa depan demokrasi diberbagai negara. Puan meyakini, kepemimpinan perempuan di bidang politik dapat berkontribusi positif bagi kemajuan demokrasi.

"Hal ini karena keterwakilan perempuan yang lebih besar akan menjadikan pengambilan keputusan yang lebih inklusif. Suara berbagai elemen masyarakat akan lebih jelas terdengar. Dan kepentingan masyarakat akan lebih terwakili pada berbagai institusi publik," jelasnya.

Menurut Puan, keterwakilan perempuan di parlemen dapat memperkuat kualitas demokrasi. Hadirnya anggota perempuan dinilai dapat menjadikan parlemen lebih responsif terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

"Kami, di Indonesia, telah memiliki kebijakan affirmative yang mewajibkan minimal 30% kandidat perempuan sebagai calon anggota legislatif dari setiap partai," terangnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu kemudian menyinggung soal Indonesia yang baru saja menggelar Pemilu serentak. Puan mengungkap, ada peningkatan calon anggota legislatif (caleg) dalam Pemilu Indonesia kali ini.

"Pada tanggal 14 Februari 2024 lalu, Indonesia telah melaksanakan pemilihan umum legislatif. Jumlah calon anggota legislatif perempuan secara nasional mencapai 37% dari keseluruhan calon yang berasal dari 18 partai politik. Proporsi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dari pemilihan umum sebelumnya tahun 2019. Indonesia juga tengah menjalankanroadmap nasional untuk mencapai kesetaraan gender 2020-2024," katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.