Indonesia Bisa Kalahkan Vietnam dengan Implementasi IEU-CEPA

Kamis, 07 Mar 2024, 00:00 WIB

JAKARTA - Indonesia mampu melampaui Vietnam saat perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Indonesia dan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) telah dirampungkan.

"Akses pasar kita ke Uni Eropa mana kala ini diselesaikan dan diimplementasikan, kita akan memperoleh manfaat yang jauh lebih besar dari Vietnam," ujar Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Kasan dalam Gambir Trade Talk #13 di Jakarta, Rabu (6/3).

Ket. Foto: Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Kasan saat memberikan sambutan dalam seminar Gambir Trade Talk #13 di Jakarta, Rabu (6/3). — Sumber: ANTARA/MARIA CICILIA GALUH

Seperti dikutip dari Antara, Kasan mengatakan Indonesia sudah tertinggal jauh dari Vietnam terkait perjanjian dagang dengan Uni Eropa. Oleh karena itu, Vietnam dapat dengan mudah untuk mengekspor barang dan jasa ke pasar Eropa.

Pada 2022, volume perdagangan Indonesia ke Uni Eropa hanya 46 miliar dollar AS, sedangkan Vietnam lebih dari 94 miliar dollar AS setelah pemberlakuan CEPA.

Namun demikian, Kasan optimistis jika Indonesia mampu mengejar ketertinggalan itu dengan dirampungkannya IEU-CEPA pada tahun ini.

Lebih lanjut, Kasan menilai perjanjian IEU-CEPA sangatlah penting untuk membuka akses ekspor Indonesia. Sebab, bila sudah bisa masuk ke dalam pasar Uni Eropa maka akan lebih mudah untuk memperluas ke pangsa pasar lainnya.

"Kita Indonesia dengan ekonomi yang lebih besar dari Vietnam, kita sudah mempertimbangkan, mengalkulasi bahwa akses pasar kita ke Uni Eropa, kita berhitung akan mendapatkan benefit yang jauh lebih besar dari yang didapat Vietnam," kata Kasan.

Bahas 12 Isu

Perundingan IEU-CEPA saat ini sudah memasuki putaran ke-17. Dalam perundingan ini, dibahas sebanyak 12 isu, yakni perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, kerja sama sistem pangan berkelanjutan, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan, ketentuan asal barang, energi dan bahan mentah, hambatan teknis perdagangan, subsidi, kekayaan intelektual, ketentuan institusional, dan klausul antipenipuan.

Pada putaran ke-17 ini, telah disepakati secara teknis tiga bab yakni kerja sama sistem pangan berkelanjutan, hambatan perdagangan dan ketentuan konstitusional. Perundingan ini masih akan terus berlanjut dan diharapkan bisa selesai pada akhir 2024.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mengatakan penyelesaian IEU CEPA diharapkan rampung pada 2024 sebelum berganti periode pemerintahan. "Kami target tahun ini pasti selesai, sebelum ganti pemerintahan kami harap ini bisa selesai dengan on time," ujar Jerry.

Jerry menyampaikan negosiasi dari perjanjian IEU CEPA masih berlanjut. Putaran ke-16 berlangsung pada 4-8 Desember 2023, diharapkan negosiasi selanjutnya dapat terlaksana Maret 2024. "IEU CEPA itu mudah-mudahan bulan depan dan mungkin bulan-bulan selanjutnya itu kan udah on going negotiation," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Djatmiko Bris Witjaksono, mengatakan Presiden Joko Widodo dan Presiden Ursula von der Leye telah bersepakat untuk menyelesaikan Perjanjian IEU CEPA sesegera mungkin.

"Kedua pemimpin negara ini sepakat karena kita sama-sama beranggapan bagi Indonesia, EU penting. Jadi tahun ini harus selesai, bayangkan perundingan 8 tahun yang begitu sulitnya, itu di-push harus selesai," ucap Djatmiko.

Djatmiko menyampaikan perjanjian dagang yang telah dibuat oleh pemerintah harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Dengan kerja sama tersebut, pelaku usaha bisa mendapat berbagai keuntungan dan kemudahan.

"Kinerja perdagangan kita itu meningkat sangat signifikan dengan negara-negara yang sudah memiliki perjanjian dagang. Itu peningkatannya jauh lebih ekspansif dibanding dengan negara-negara yang tidak memiliki perjanjian dagang," katanya.

Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2022, total perdagangan Indonesia-Uni Eropa tercatat sebesar 33,2 miliar dollar AS. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Uni Eropa tercatat sebesar 21,5 miliar dollar AS, sedangkan impor Indonesia dari Uni Eropa sebesar 11,7 miliar dollar AS.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.