Pinjol Ilegal Masih Marak, Legislator Minta OJK Lanjutkan Moratorium
Senin, 04 Mar 2024, 13:37 WIBBATAM - Fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal masih menghantui sebagian masyarakat di daerah. Komisi XI DPR RI menyerukan moratorium terus berlanjut.
Dalam pertemuan Komisi XI DPR RI dengan otoritas Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan OJK di Batam, Kepulauan Riau, isu pinjol masih menjadi perbincangan menarik dan dominan. Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin berharap OJK terus melanjutkan moratorium Pinjol karena dinilai masih meresahkan masyarakat.
Pada saat yang sama, regulasi pinjol mesti diperketat sambil mengedukasi masyarakat mengenai literasi keuangan. "Ternyata kabar baiknya adalah moratorium pinjol itu akan terus dilanjutkan. Infrastruktur, sumber daya manusia, dan pengaturannya masih dipersiapkan oleh OJK sendiri," kata Puteri seperti disiarkan laman resmi DPR RI. Minggu (3/3).
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, menjelang Ramadan dan lebaran, masyarakat masih banyak yang mengakses pinjaman lewat pinjol untuk memenuhi kebutuhannya. Puteri berharap fenomena Pinjol tak lagi menelan korban jiwa, seperti terjadi di dapilnya, Jabar VII (Bekasi, Depok).
"Kita sangat berharap menyambut bulan puasa dan Lebaran ini tidak ada korban pinjol yang bergelimpangan lagi. Khususnya di daerah pemilihan saya di Jawa Barat, Pinjol itu sudah memakan korban jiwa. Ada yang sampai bunuh diri karena ditagih," ungkap Puteri.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Pemkab Rejang Lebong Kenalkan Wisata Olahraga Hutan Kota
-
Jangan Sampai Bingung, Ini Strategi Agar Harga Mobil Listrik Tetap Murah di Seluruh Indonesia
-
Innit Lombok Peringati Hari Bumi dengan Komitmen Berkelanjutan terhadap Kelestarian Pesisir di Teluk Ekas
-
DPR Minta Pengawasan Dua Taman Nasional di Lampung Diperketat
-
Kemenpar Sebut Ajang DXI 2026 Perkuat Posisi Wisata Petualangan Indonesia
-
The Spine: Ambisi Mesir Membangun Kota Masa Depan
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.