- Home
-
- Luar Negeri
-
- Israel Setuju dengan Kesep...
Israel Setuju dengan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
Senin, 04 Mar 2024, 00:03 WIBWASHINGTON - Israel pada Sabtu (2/3) secara umum telah menerima kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas, ketika bantuan kemanusiaan Amerika Serikat (AS) pertama kali dijatuhkan di Gaza yang dilanda perang.
Menurut pejabat senior AS, kerangka kerja perjanjian tersebut mempertimbangkan penghentian permusuhan selama enam minggu, yang dapat segera dimulai jika kelompok militan Palestina menandatangani pembebasan sandera paling rentan.
"Israel kurang lebih sudah menerimanya. Saat ini, bola ada di kubu Hamas," kata pejabat itu.
Pengumuman tersebut disampaikan beberapa jam setelah pesawat kargo militer AS mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang terkepung.
PBB telah memperingatkan akan adanya kelaparan di Gaza, dan lebih dari 100 orang tewas awal pekan ini dalam perebutan makanan dari konvoi truk yang mengantarkan bantuan, dan pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan.
"Pengiriman pada hari Sabtu, termasuk 38.000 makanan, dilakukan untuk memberikan bantuan penting kepada warga sipil yang terkena dampak konflik yang sedang berlangsung," kata Komando Pusat AS atau United States Central Command (Centcom).
Dikutip dari France 24, seorang pejabat Centcom mengatakan makanan tersebut terdiri dari jatah militer AS yang tidak mengandung daging babi yang dilarang dikonsumsi oleh Islam.
Bekerja Keras
Para perunding dari wilayah regional telah bekerja keras sepanjang waktu untuk mengamankan gencatan senjata di Gaza pada awal bulan suci Ramadan sekitar satu minggu lagi.
"Gencatan senjata akan berlangsung selama enam minggu di Gaza mulai hari ini jika Hamas setuju untuk melepaskan kategori sandera yang rentan, yaitu orang sakit, orang yang terluka, orang lanjut usia dan wanita," kata pejabat pemerintah tersebut.
Militan Hamas menyandera sekitar 250 orang dalam serangan lintas batas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober, 130 di antaranya masih berada di Gaza, termasuk 31 orang yang menurut Israel diperkirakan tewas. Tidak jelas berapa banyak sandera yang tersisa yang dianggap rentan.
Menurut sumber yang dekat dengan kelompok tersebut, AS berharap gencatan senjata apa pun akan menciptakan ruang bagi perdamaian yang lebih langgeng. Delegasi Hamas diperkirakan akan terbang ke Kairo pada hari Sabtu untuk melakukan pembicaraan mengenai gencatan senjata.
Pejabat pemerintah mengatakan gencatan senjata juga memungkinkan terjadinya "lonjakan signifikan" bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan bantuan udara tidak dipandang sebagai pengganti konvoi bantuan skala penuh.
"Tidak satu pun dari hal-hal tersebut, koridor maritim, pos udara, merupakan alternatif terhadap kebutuhan mendasar untuk menyalurkan bantuan melalui sebanyak mungkin penyeberangan darat. Itu adalah cara paling efisien untuk menyalurkan bantuan dalam jumlah besar," kata seorang pejabat AS lainnya kepada wartawan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Presiden Tegaskan MBG Bisa Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat Bawah
-
Komandan Sayap Militer Hamas Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza
-
Hore! Ada Diskon Tarif Tol 30 Persen dari Jasa Marga, Pastikan Tanggalnya Ya!
-
Hotel Ciputra Jakarta Resmi Menerima Sertifikasi Chinese Friendly Hotel dari Ctrip
-
Minggu Dini Hari, Kendaraan Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Merak
-
Pertamina Patra Niaga Bergerak Lebih Fleksibel dengan Inovasi Block Mode
-
Sedikitnya 254 Tewas setelah Israel Kembali Menyerang Lebanon
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.