Israel Setuju dengan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Senin, 04 Mar 2024, 00:03 WIB

WASHINGTON - Israel pada Sabtu (2/3) secara umum telah menerima kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas, ketika bantuan kemanusiaan Amerika Serikat (AS) pertama kali dijatuhkan di Gaza yang dilanda perang.

Menurut pejabat senior AS, kerangka kerja perjanjian tersebut mempertimbangkan penghentian permusuhan selama enam minggu, yang dapat segera dimulai jika kelompok militan Palestina menandatangani pembebasan sandera paling rentan.

Ket. Foto: Bantuan kemanusiaan dari AS untuk warga di Gaza. — Sumber: CHRISTOPHER HUBENTHAL/DEPARTEMEN PERTAHANAN AS/AFP

"Israel kurang lebih sudah menerimanya. Saat ini, bola ada di kubu Hamas," kata pejabat itu.

Pengumuman tersebut disampaikan beberapa jam setelah pesawat kargo militer AS mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang terkepung.

PBB telah memperingatkan akan adanya kelaparan di Gaza, dan lebih dari 100 orang tewas awal pekan ini dalam perebutan makanan dari konvoi truk yang mengantarkan bantuan, dan pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan.

"Pengiriman pada hari Sabtu, termasuk 38.000 makanan, dilakukan untuk memberikan bantuan penting kepada warga sipil yang terkena dampak konflik yang sedang berlangsung," kata Komando Pusat AS atau United States Central Command (Centcom).

Dikutip dari France 24, seorang pejabat Centcom mengatakan makanan tersebut terdiri dari jatah militer AS yang tidak mengandung daging babi yang dilarang dikonsumsi oleh Islam.

Bekerja Keras

Para perunding dari wilayah regional telah bekerja keras sepanjang waktu untuk mengamankan gencatan senjata di Gaza pada awal bulan suci Ramadan sekitar satu minggu lagi.

"Gencatan senjata akan berlangsung selama enam minggu di Gaza mulai hari ini jika Hamas setuju untuk melepaskan kategori sandera yang rentan, yaitu orang sakit, orang yang terluka, orang lanjut usia dan wanita," kata pejabat pemerintah tersebut.

Militan Hamas menyandera sekitar 250 orang dalam serangan lintas batas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober, 130 di antaranya masih berada di Gaza, termasuk 31 orang yang menurut Israel diperkirakan tewas. Tidak jelas berapa banyak sandera yang tersisa yang dianggap rentan.

Menurut sumber yang dekat dengan kelompok tersebut, AS berharap gencatan senjata apa pun akan menciptakan ruang bagi perdamaian yang lebih langgeng. Delegasi Hamas diperkirakan akan terbang ke Kairo pada hari Sabtu untuk melakukan pembicaraan mengenai gencatan senjata.

Pejabat pemerintah mengatakan gencatan senjata juga memungkinkan terjadinya "lonjakan signifikan" bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan bantuan udara tidak dipandang sebagai pengganti konvoi bantuan skala penuh.

"Tidak satu pun dari hal-hal tersebut, koridor maritim, pos udara, merupakan alternatif terhadap kebutuhan mendasar untuk menyalurkan bantuan melalui sebanyak mungkin penyeberangan darat. Itu adalah cara paling efisien untuk menyalurkan bantuan dalam jumlah besar," kata seorang pejabat AS lainnya kepada wartawan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.