Harga Minyak Mentah Naik Setelah OPEC+ Perpanjang Pengurangan Produksi

Senin, 04 Mar 2024, 10:07 WIB

SINGAPURA - Harga minyak mentah naik pada hari Senin (4/3) setelah negara-negara anggota OPEC+ setuju untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari hingga kuartal kedua, sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar.

Minyak Brent berjangka naik 28 sen, atau 0,3 persen, menjadi $83,83 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik 20 sen, atau 0,3 persen, menjadi $80,17 per barel.

Ket. Foto: Permian Basin di Loving County, Texas, AS pada 23 November 2019. — Sumber: CNA/REUTERS/Angus Mordant

Pemangkasan produksi yang dilakukan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya Russia (OPEC+) diperkirakan akan meredam pasar di tengah kekhawatiran ekonomi global dan peningkatan produksi di luar kelompok tersebut, dengan pengumuman Russia yang mengejutkan beberapa analis.

Russia akan memangkas produksi dan ekspor minyaknya sebanyak 471.000 barel per hari (bpd) tambahan pada kuartal kedua, melalui koordinasi dengan beberapa negara peserta OPEC+, kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak pada hari Minggu (3/3).

"Tanda-tanda pengetatan di pasar fisik terus mendorong harga minyak mentah lebih tinggi. Pemotongan produksi oleh aliansi OPEC+ terus mengurangi pasokan karena pasar khawatir terhadap ketegangan baru di Timur Tengah," kata analis ANZ dalam sebuah catatan pada Senin.

Meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik Israel-Hamas dan serangan Houthi terhadap pelayaran Laut Merah telah mendukung harga minyak pada tahun 2024, meskipun kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi masih membebani.

Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran bersumpah pada hari Minggu akan terus menargetkan kapal-kapal Inggris di Teluk Aden setelah tenggelamnya kapal milik Inggris Rubymar.

Dalam beberapa komentar paling keras yang dilontarkan pemimpin senior AS, Wakil Presiden AS Kamala Harris pada Minggu menuntut kelompok militan Palestina Hamas menyetujui gencatan senjata segera selama enam minggu sambil dengan tegas mendesak Israel berbuat lebih banyak guna meningkatkan pengiriman bantuan ke Gaza.

Washington bersikeras bahwa kesepakatan gencatan senjata sudah dekat dan berupaya untuk menerapkan gencatan senjata pada awal Ramadhan, seminggu lagi.Seorang pejabat AS pada hari Sabtu mengatakan Israel telah menyetujui kerangka kesepakatan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.