Buka Puasa Bersama Jadi Peluang Perhotelan saat Ramadan
Senin, 04 Mar 2024, 14:02 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/ Baparekraf) mengungkapkan bahwa buka puasa (iftar) atau sahur bersama yang dilakukan oleh masyarakat selama Ramadan bisa menjadi peluang bagi perhotelan.
"Mudah-mudahan pada saat Puasa Ramadan ini orang bisa melakukan sesuatu yang beda aktivitasnya seperti iftar bersama atau sahur bersama. Ini juga menjadi suatu peluang yang bisa ditawarkan oleh sektor perhotelan," ujar Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya dalam gelaran wicara daring The Weekly Brief With Sandi Uno di Jakarta, Senin (4/3).
Menurut Nia, sektor perhotelan bisa memanfaatkan dan menawarkan peluang ini kepada masyarakat yang ingin iftar, sahur, ataupun shalat tarawih bersama karena hotel memiliki kapasitas tempat yang besar untuk bisa mengakomodasi di mana orang bisa berkumpul bersama dengan kepentingan yang sama.
Kemenparekraf juga menyarankan kepada sektor perhotelan agar terdapat diskon atau fleksibilitas harga kamar untuk menarik masyarakat mengisi kamar-kamar hotel selama Ramadhan, untuk memenuhi biaya operasional hotel selama Ramadan seperti pembayaran gaji karyawan, pembersihan kamar, dan sebagainya.
"Saya kira itu mungkin satu hal yang bisa kita lakukan, jadi fleksibilitas dari harga kamar dan tentunya promosi serta bisa menyasar segmen-segmen khusus," kata Nia.
Selama Ramadhan biasanya terjadi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun pergerakan wisatawan domestik di Tanah Air, yang berdampak pada penurunan okupansi kamar hotel terutama di kota besar seperti Jakarta.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memperkirakan okupansi saat libur lebaran akan tinggi, perkiraan ini didasarkan perbaikan kondisi perhotelan secara keseluruhan di Indonesia pada 2024 semakin baik.
Sebelumnya berkaca dari okupansi menjelang Lebaran 2023, PHRI mencatat okupansi di hotel di kota tujuan wisata favorit sudah lebih dari 70 persen. Beberapa destinasi favorit yang juga dikunjungi banyak pemudik seperti Yogyakarta, Malang, Cirebon, dan sementara untuk Jakarta pada libur Lebaran 2023 PHRI mencatat tidak ada kenaikan okupansi hotel.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dude Harlino Serahkan Honor Brand Ambassador PT DSI Sebesar Rp5,25 Miliar ke Bareskrim Polri
-
Mulai Jadi Kebiasaan, Transaksi QRIS Kini Tumbuh 100 Persen Lebih, Capai 12,55 Miliar pada Semester I 2026
-
Cuaca Jakarta: Sebagian Besar Wilayah Berpotensi Berawan dari Pagi hingga Malam
-
Banten Coba Atasi Sebanyak 140 Lokasi yang Mulai Mengalami Krisis Air
-
Mendorong Entrepreneurship Desa untuk Memutus Rantai Kemiskinan
-
Apindo Expo 2026: Kaltara Buka Peluang Kerja Sama Investasi dan Akses Pasar UMKM
-
KPK Panggil Rudy Tanoe Terkait Kasus Korupsi Bansos Beras PKH Rp200 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.