WHO Ingatkan Separuh Dunia Hadapi Risiko Wabah Campak

Minggu, 03 Mar 2024, 18:24 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa lebih dari separuh negara di dunia berisiko tinggi terkena wabah campak pada akhir tahun 2024. WHO menekankan perlunya tindakan pencegahan yang mendesak.

"Yang kami khawatirkan adalah tahun ini, 2024, kita memiliki kesenjangan yang besar dalam program imunisasi kita dan jika kita tidak mengisinya dengan cepat dengan vaksin, campak akan masuk ke dalam kesenjangan tersebut. Kita dapat melihat, dari data yang dihasilkan dengan data WHO oleh CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS), bahwa lebih dari separuh negara di dunia akan berisiko tinggi atau sangat tinggi mengalami wabah pada akhir tahun ini," kata Natasha Crowcroft, Penasihat Teknis Senior Campak dan Rubella WHO, dikutip dari Medical Daily, Selasa (27/2).

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: Istimewa

Crowcroft mengingatkan, infeksi campak mengalami peningkatan di seluruh dunia. Ia juga menyerukan tindakan segera untuk melindungi anak-anak, mengutip "kurangnya komitmen" dari pemerintah di tengah krisis ekonomi dan konflik saat ini.

"Kami mengalami banyak wabah campak di seluruh dunia dan negara-negara berpenghasilan menengah benar-benar menderita. Dan kami khawatir tahun 2024 akan terlihat seperti tahun 2019," ucapnya.

Campak adalah virus yang sangat menular yang dapat menyebabkan infeksi yang berpotensi fatal. Infeksi ini umumnya menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Campak dapat dicegah dengan dua dosis vaksin yang mengandung campak (MCV). WHO memperkirakan bahwa vaksin telah mencegah lebih dari 56 juta kematian akibat campak sejak tahun 2000.

Eliminasi campak membutuhkan kekebalan populasi yang tinggi agar penularannya dapat terputus. Campak pernah diberantas di AS pada tahun 2000 melalui program vaksin yang efektif. Namun, lebih dari 61 juta dosis MCV ditunda atau terlewatkan selama pandemi Covid-19, menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Vaksinasi yang terlewat ini telah menyebabkan infeksi muncul kembali di banyak negara bagian di AS dan banyak negara di seluruh dunia. Berdasarkan laporan terbaru dari CDC, total 20 kasus campak telah dilaporkan di AS yang tersebar di Arizona, California, Georgia, Maryland, Minnesota, Missouri, New Jersey, New York City, Ohio, Pennsylvania, dan Virginia.

Tahun lalu, terdapat lebih dari 306 ribu kasus campak yang dilaporkan secara global, yang mengindikasikan adanya peningkatan sebesar 79 persen dari jumlah tahun sebelumnya.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.