RI Harus Benahi Struktur Ekspor sebelum Gabung ke OECD

Jumat, 01 Mar 2024, 00:02 WIB

JAKARTA - Indonesia perlu memperbaiki struktur ekspor agar tak rugi saat resmi bergabung sebagai anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Hal itu penting agar Indonesia tidak hanya menjadi negara penyumbang atau pendukung organisasi internasional yang mempromosikan kebebasan ekonomi di antara negara-negara maju.

Peneliti Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus, dalam diskusi daring bertajuk "Emang Udah Siap Masuk OECD" yang berlangsung di Jakarta, Kamis (29/2), mengatakan Indonesia saat ini masih dipandang sebagai negara yang lebih banyak memasok produk industri bernilai tambah rendah. Hal itu terlihat dari nilai tambah domestik dalam gross export Indonesia yang masih relatif kecil dibandingkan dengan rata-rata nilai tambah domestik dalam gross export negara OECD sekitar 3,6 miliar dollar AS pada 2020.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

Jika dilihat dari komposisi ekspor berdasarkan pengguna akhir, Heri mengatakan bahwa Indonesia lebih banyak mengekspor produk yang bukan produk final seperti intermediate goods atau produk setengah jadi bahkan seperempat jadi. Hal ini membuat Indonesia berada dalam posisi dengan tingkat partisipasi rendah di rantai pasok global (global supply chain).

Apabila Indonesia resmi bergabung dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Heri tidak memungkiri bahwa hal tersebut dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan peranan dalam rantai pasok global.

Perubahan Fundamental

Dia juga mengingatkan ancaman yang mungkin terjadi apabila Indonesia tidak mengubah struktur ekspor, dari ekspor komoditas bahan mentah dan setengah jadi menjadi produk hilir bernilai tambah tinggi. Dengan demikian, struktur ekspor harus dilakukan perubahan secara fundamental.

"Jadi, harus ada perubahan fundamental dalam struktur ekspornya. Sebelum mengubah struktur ekspor, kita juga perlu mengubah struktur industri manufakturnya supaya lebih bisa berperan dalam kontribusi yang lebih besar terhadap global supply chain. Kontribusi produk-produk yang nantinya nilai tambahnya lebih tinggi, tidak seperti saat ini," kata Heri.

Indonesia telah disetujui untuk lanjut ke tahap aksesi keanggotaan OECD pada 20 Februari 2024. Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengajukan keinginan untuk menjadi anggota OECD sejak Juli 2023.

Proses aksesi OECD merupakan proses di mana 38 negara anggota meninjau secara mendalam calon negara kandidat dari berbagai aspek sebelum dapat diterima sebagai anggota resmi OECD.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya berharap proses aksesi yang sudah dimulai saat ini hanya akan memakan waktu dua hingga tiga tahun saja, sedangkan proses aksesi berbagai negara agar dapat menjadi anggota resmi OECD rata-rata membutuhkan waktu lima sampai tujuh tahun.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.