Harga di Tingkat Petani Perlu Dikawal

Kamis, 29 Feb 2024, 11:16 WIB

JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) optimistis harga beras bakal terkoreksi memasuki masa panen raya. Selain menjaga stabilitas harga di sisi hilir, Bapanas juga akan mengawal stabilitas harga di hulu atau di tingkat produsen pangan.

"Hari ini Badan Pangan Nasional bersama teman-teman dari Satgas Pangan Polda Metro Jaya, teman-teman PIBC, Perpadi, direksi Bulog, semua ada di Pasar Induk Beras Cipinang. Kita mau cek sendiri bahwa kondisi stok beras itu aman. Jadi, kalau hari ini ada berita yang mengatakan stok beras itu kurang, kita mau sampaikan sekali lagi, stok beras cukup," ujar Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, saat meninjau Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Rabu (28/2).

Ket. Foto: Bapanas perlu mengevaluasi penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) yang harus memperhatikan biaya produksi sehingga memastikan keuntungan bagi petani. — Sumber: ISTIMEWA

Dia menambahkan kondisi stok di PIBC merupakan kombinasi termasuk dari Bulog untuk mengganjal sebelum panen Maret nanti. Menurutnya, panennya nanti akan mencapai 3,5 juta ton sehingga harga gabah akan berangsur turun menjadi 8.000 rupiah per kilogram (kg) dari sebelumnya 8.600-8.700 rupiah per kg. Bahkan, dia berharap harganya dapat turun lagi menjadi 6.500 rupiah per kg.

Dia menuturkan, pada Ramadan nanti akan terkoreksi, jadi malah kebalikannya, nanti yang harus dijaga adalah harga tingkat petani. "Nah, tugas pemerintah yang pertama menjaga harga beras di hilir untuk masyarakat kita yang lebih dari 270 juta, kemudian juga harus menjaga harga di tingkat produsen. Jangan nanti sampai ada isu bahwa pemerintah tidak peduli terhadap gabah petani, tidak demikian. Harga gabah itu pasti akan turun seiring berjalannya panen, jadi bahasanya bukan harga anjlok," ucap Arief.

Arief menyebutkan arahan Kepala Negara kepada pihaknya adalah terwujudnya keseimbangan dan harga yang baik dan wajar mulai dari hulu sampai hilir. Untuk itu, ia berkomitmen saat panen padi mengalami eskalasi, baik harga di hulu dan hilir bisa terkoreksi kembali menemui keseimbangan yang baik dan wajar.

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan pihaknya mendesak evaluasi penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) oleh Bapanas. Menurutnya, penetapan HPP harus memperhatikan biaya produksi dan memastikan keuntungan petani.

"Ini akan memudahkan pemerintah untuk menyerap hasil panen dan mengamankan stok cadangan beras pemerintah," tandas Qomar.

Sampai 27 Februari 2024, stok CPP dalam bentuk beras total ada 1,3 juta ton. Sementara itu, stok beras yang ada di PIBC masih di atas normal mencapai 34 ribu ton dan Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CPPD) yang ada di provinsi tercatat total 7,4 ribu ton. Pada saat yang sama, Bulog juga melakukan upaya penyerapan yang bersumber dari produksi dalam negeri.

Bentuk Tim

Pada kesempatan lain, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membentuk tim khusus untuk mengusut penyebab mahalnya harga beras premium di pasaran. Keputusan pembentukan tim tersebut diambil dalam rapat komisi sebagai respons terhadap kekhawatiran terkait harga beras.

Anggota Komisioner KPPU, Hilman Pujana, mengatakan tim tersebut akan mengumpulkan segala informasi terkait penyebab mahalnya harga beras serta menganalisis seluruh aktivitas perberasan, mulai dari hulu hingga hilir. Hilman menjelaskan tim tersebut akan bertindak sesuai dengan syarat-syarat penegakan hukum, di mana hanya bukti yang kuat yang dapat digunakan untuk memulai tindakan penegakan hukum.

"Kalau konteksnya sumbatan distribusi, ini akan kita lihat apakah ini dilakukan sporadis masing-masing atau memang ada komunikasi antara pelaku usaha di channel distribusi," ujar Hilman.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.