Dollar Melemah karena Data Penting AS Semakin Dekat, Yen Menguat

Selasa, 27 Feb 2024, 09:49 WIB

TOKYO - Dollar diperdagangkan melemah pada Selasa (27/2), karena pasar menantikan data ekonomi utama AS selama seminggu yang akan memberikan sinyal baru mengenai seberapa cepat Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga.

Yen sedikit menguat setelah angka menunjukkan inflasi konsumen tetap berada pada target Bank of Japan (BOJ) sebesar 2 persen, bukan turun di bawahnya untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, seperti yang diperkirakan para ekonom.

Ket. Foto: Lembaran uang kertas dollar AS dan emas batangan. — Sumber: ANTARA/Shutterstock

Indeks dollar AS, yang mengukur mata uang terhadap sejumlah mata uang lain termasuk yen dan euro, diperdagangkan datar di 103,78 pada awal waktu Asia, menyusul penurunan 0,17 persen pada Senin (26/2).

Pasar mengesampingkan pemotongan suku bunga pada pertemuan The Fed di bulan Maret dan baru-baru ini memundurkan ekspektasi pemotongan suku bunga ke Juni mulai dari Mei, menurut FedWatch Tool dari CME, menyusul data harga konsumen dan produsen AS yang kuat.

Data barang tahan lama AS akan dirilis pada Selasa, sementara indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS bulan Januari, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, akan dirilis pada Kamis.

"DXY (indeks dollar) yang masih lemah tidak cukup menggambarkan keadaan USD saat ini... dan, jika ada, peristiwa risiko penting yang akan datang berpotensi mendorong kenaikan lainnya," kepala strategi Valas Westpac, Richard Franulovich, menulis dalam sebuah catatan.

"Sebagian besar kenaikan DXY tahun ini terjadi hanya dalam beberapa sesi, dan di luar itu sudah jelas bersifat konsolidasi," katanya."DXY yang lesu dalam beberapa hari terakhir sebagian besar tampak seperti kelanjutan dari profil tersebut."

Dollar Australia dan Selandia Baru merosot. Aussie kehilangan 0,1 persen menjadi $0,6533, melanjutkan penurunannya dari level tertinggi tiga minggu pada hari Kamis di $0,6595.

Kiwi turun 0,2 persen menjadi $0,6161, setelah menyentuh level tertinggi sejak 15 Januari di $0,6218 pada hari Kamis.

Para pedagang bersiap menyambut pertemuan kebijakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang mungkin penting pada hari Rabu.Pasar memperkirakan satu dari tiga kemungkinan RBNZ akan menaikkan suku bunga resminya sebesar 5,5 persen untuk memerangi inflasi yang membandel.

Bitcoin mata uang kripto mencapai puncaknya dalam lebih dari dua tahun sebesar $54.969 dalam semalam, setelah perusahaan perangkat lunak perusahaan MicroStrategy Inc mengumumkan telah membeli sekitar 3.000 token lagi.

Dollar tergelincir 0,1 persen menjadi 150,54 yen karena pembacaan indeks harga konsumen (CPI) Jepang bulan Januari yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan membuat BOJ berada di jalur yang tepat untuk keluar dari kebijakan suku bunga negatif secepatnya pada bulan depan.

Euro sedikit berubah pada $1,0847, dan sterling datar pada $1,26825.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.