Kolaborasi Fesbul dan Festival Global Bisa Buka Investasi
Senin, 19 Feb 2024, 23:33 WIBKolaborasi Festival Film Bulanan (Fesbul) dan festival Market Clermont-Ferrand International Film Festival 2024, Prancis mampu membuka peluang investasi dan kerja sama, kataMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.
"Kolaborasi antara Fesbul dan festival-festival internasional seperti Clermont ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar bagi karya-karya film pendek Indonesia, tetapi juga membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis berkelanjutan yang bisa memperkuat ekonomi kreatif Indonesia serta meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Menparekraf di Jakarta, Senin.
Dengan kesuksesan yang diraih, lanjut dia, Fesbul kini siap untuk menghadapi tantangan festival-festival film terkemuka di luar negeri lainnya.
Sebelumnya, para pemenang Fesbul 2023 menghadiri Film Market di Clermont-Ferrand International Film Festival 2024 di Prancis, penyelenggaraan program yang didukung oleh Kemenparekraf ini merupakan salah bentuk apresiasi dari Fesbul kepada para pemenang.
Adapun lima film terbaik Fesbul diputar di film market Clermont-Ferrand Film Festival, yaitu "Pepadu", "Basri & Salma in A Never Ending Comedy", "Sailum: Song of The Rustling Leaves", "Romansa di Balik Pagar Akal", dan "Facticity".
Film "Basri & Salma in A Never Ending Comedy" pun berhasil masuk ke dalam kompetisi resmi Clermont.
Clermont-Ferrand Film Festival 2024 mengumpulkan sekitar 116 ribu pengunjung dari berbagai belahan dunia yanh berasal dari beragam latar belakang, termasuk sineas, distributor film, perwakilan festival-festival film, dan penikmat film.
Partisipasi Fesbul di Clermont tidak hanya menjadi ajang memamerkan karya-karya film pendek terbaik, tetapi juga menjadi panggung bagi para sineas Indonesia untuk bertemu dengan distributor, mitra potensial co-produksi film, dan perwakilan dari festival-festival film terkemuka di luar negeri.
Kerja sama antara Fesbul dan Clermont-Ferrand International Film Festival tidak hanya terwujud dalam bentuk partisipasi di film market festival, tetapi juga dalam status sebagai kolaborator resmi.
Kolaborasi ini memberikan peluang besar bagi para pembuat film, karena film-film yang lolos kurasi Fesbul, mulai dari lokus 1 hingga 10, secara otomatis akan dikurasi untuk dipertimbangkan dalam seleksi resmi Clermont-Ferrand International Film Festival.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Menkomdigi Sebut Pengguna Roblox di Indonesia 23 Juta Akun Anak
-
Peringati Hari Buruh di Monas, Prabowo Lempar Topi hingga Joget di Panggung
-
Semangat Kolaborasi Perfilman Dunia Menggema, Alternativa Film Festival 2026 Siap Digelar di Medellín
-
Langkah Berani Presiden Perempuan Pertama Meksiko Wujudkan Kesetaraan Gender
-
Lawang Sewu Short Film Festival 2026 Masuk Tahap Open Submission
-
Evolusi Desain Tumi: Koleksi Spring 2026 Fokus pada Gaya Hidup Perempuan dan Warna Cerah Mediterania
-
PSEL di Bali Ditolak Warga, Proyek Energi Sampah Picu Gelombang Protes
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.