Bertemu di Munich, Menlu AS-Tiongkok Bahas Isu Keamanan dan Perdagangan

Minggu, 18 Feb 2024, 13:34 WIB

BEIJING - Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony J Blinken bertemu pada sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Jerman pada Jumat (16/2).

"Menlu Wang Yi menekankan bahwa hanya ada satu Tiongkok di dunia, dan Taiwan adalah bagian dari wilayah Tiongkok yang merupakan 'status quo' sesungguhnya dari masalah Taiwan," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam laman resminya yang diakses di Beijing pada Sabtu (17/2)

Menurut Wang Yi, pertemuan tersebut membahas kelanjutan kesepakatan dari pertemuan kedua pemimpin, yaitu Presiden Xi Jinping dan Presiden Joe Biden di San Fransisco pada November 2023 sehingga dapat mendorong hubungan Tiongkok-AS yang sehat, stabil dan berkelanjutan.

Untuk dapat mewujudkan kesepakatan kedua pemimpin, Wang Yi menyebut kedua negara harus berpegang pada prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, kerja sama yang saling menguntungkan, serta secara aktif mencari cara yang tepat agar keduanya dapat harmonis satu sama lain.

"Aktivitas separatis 'kemerdekaan Taiwan' dan kerja sama serta dukungan kekuatan eksternal-lah yang mencoba mengubah 'status quo' Taiwan. Jika AS benar-benar mengharapkan stabilitas di Selat Taiwan, AS harus mematuhi prinsip satu Tiongkok, tiga komunike bersama Tiongkok-AS dan menyesuaikan tindakan dengan komitmennya untuk tidak mendukung 'kemerdekaan Taiwan'," demikian disampaikan.

Wang Yi juga menekankan bahwa upaya untuk mengubah "pengurangan risiko" menjadi "pengurangan pengaruh Tiongkok" (de-sinicization), "menghalangi teknologi Tiongkok" (building a small yard with high fences) dan "menjauhkan diri dari Tiongkok" pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi AS sendiri.

"Kami meminta AS untuk mencabut sanksi sepihak yang ilegal terhadap perusahaan dan individu Tiongkok dan tidak merendahkan hak Tiongkok untuk berkembang," ungkapnya.

Keduamenlu juga bertukar pandangan mengenai pertukaran antar masyarakat, pertukaran budaya dan memfasilitasi pertukaran personel.

Wang Yi juga mendesak AS untuk menghentikan pelecehan dan interogasi yang tidak beralasan terhadap warga Tiongkok dan mendukung hal-hal yang kondusif untuk meningkatkan saling pengertian di antara kedua bangsa.

Ia mengutip peribahasa lama AS: "Kebaikan, betapapun sepele, patut dilakukan, sedangkan kejahatan, sekecil apa pun, harus dihindari."

Kedua menlu pun membahas pertukaran di semua tingkat antara kedua negara pada tahap berikutnya, dan sepakat untuk memelihara dialog dan komunikasi di berbagai bidang dan selanjutnya mewujudkan "visi San Francisco".

Wang Yi dan Blinken mengapresiasi kelompok kerja sama Tiongkok-AS bidang pemberantasan narkotika dan menyampaikan harapan bahwa pertemuan tingkat tinggi lanjutan antara lembaga penegak hukum kedua negara akan mencapai hasil positif.

Keduanya juga sepakat untuk terus mendorong dialog dan konsultasi mengenai kebijakan luar negeri, masalah Asia-Pasifik, urusan maritim dan kecerdasan buatan, serta menjaga komunikasi antar militer.

Isu lain yang dibicarakan adalah soal krisis Ukraina, konflik Palestina-Israel, Semenanjung Korea dan isu-isu regional lainnya, dan sepakat untuk menjaga komunikasi antara utusan khusus kedua negara untuk urusan Semenanjung Korea.

Konferensi Keamanan Munich adalah forum terkemuka untuk membahas kebijakan keamanan internasional. Ini adalah tempat bagi inisiatif diplomatik untuk mengatasi masalah keamanan paling mendesak di dunia. Setidaknya hadir 60 kepala negara dan lebih dari 85 pejabat pemerintah untuk membahas konflik yang sedang berlangsung dan potensi konflik pada masa depan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken dan Menteri Luar Negeri TiongkokWang Yi termasuk di antara delegasi yang akan berbicara dalam forum tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.