Kacamata Pintar 'Frame' Dilengkapi 'AI' untuk Cari Info Objek yang Dilihat
Minggu, 11 Feb 2024, 19:19 WIBJAKARTA - Perusahaan rintisan asal Singapura Brilliant Labs membuat kacamata pintar Frame yang dilengkapi dengan kekuatan artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) untuk bisa menganalisis secara visual objek yang dilihat.
Melansir The Verge, Sabtu (10/2), kacamata pintar Frame bisa digunakan untuk mengidentifikasi tengara yang dilihat, mencari informasi di website soal sepatu yang dilihat pengguna sampai pencarian informasi nutrisi makanan yang akan dikonsumsi. Informasi itu muncul di lensa.
Kacamata Frame dilengkapi dengan OLED mikro warna 640 x 400 piksel yang memproyeksikan cahaya melalui prisma di depan mata pengguna. Bidang pandang Frame seluas 20 derajat, yang tergolong kecil untuk kacamata augmented reality (AR) atau mixed reality.
Pengguna akan melihat teks atau gambar dalam kotak kecil.
Frame juga dilengkapi dengan kamera 1280 x 720, mikrofon, dan baterai 222mAh. Kacamata itu menjalankan sistem operasi khusus berbasis Lua yang sepenuhnya open source (sumber terbuka) dan ditenagai oleh CPU Cortex-M4F nRF52840.
Kacamata pintar Frame hadir dalam tiga warna, yakni hitam, abu-abu dan jernih yang bisa didapatkan melalui prapesan. Brilliant Labs juga memberikan opsi untuk kacamata resep, namun, harga naik dari 349 dollar Amerika Serikat (sekitar 5,4 juta rupiah) menjadi 448 dollar AS (6,9 juta rupiah).
Kacamata pintar bukanlah konsep baru, tetapi tidak satupun yang menjadi benar-benar populer. Beberapa kacamata pintar yang diluncurkan tahun-tahun sebelumnya antara lain ialah Focals dari North, kacamata augmented-reality (AR) audio yang sekarang dihentikan oleh Bose, dan yang paling baru kacamata pintar Ray-Ban Meta, yang dilengkapi dengan fitur AI yang masih dalam versi beta.
Brilliant Labs merancang Frame sebagai perangkat open source (sumber terbuka) sehingga pengguna memiliki lebih banyak kebebasan untuk melakukan penyesuaian.
Frame dipasangkan dengan aplikasi Noa dari Brilliant Labs, yaitu asisten AI yang menggunakan OpenAI untuk analisis visual, Whisper untuk terjemahan, dan Perplexity untuk pencarian web. Penggunaan Noa secara gratis memiliki batas harian.
Oleh karena itu, Brilliant Labs berencana membuat opsi berlangganan Noa, tapi, masih belum ada informasi tentang berapa harganya. Kacamata tersebut juga bisa digunakan dengan aplikasi lain.??????? Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PBB Peringatkan AI Tingkat Lanjut Dapat Menjadi Ancaman bagi Umat Manusia
-
Putin Kunjungi Kepulauan Kuril, Jepang Meradang!
-
Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Ada Pameran Sejarah Kemerdekaan
-
AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang
-
Taman Robot Galaxy Dibuka di Korea Selatan, Ada Pertunjukan K-pop Bertenaga Robot AI
-
Dituding Langgar Hak Cipta Besar-besaran, Anthropic Digugat Sony dan Warner Music
-
Kolonel Inf Priyo Handoyo Ditunjuk Jadi Komandan Upacara HUT Ke-81 RI, Ini Profil Selengkapnya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.