BPS Ungkap Dua Provinsi Ini Bukukan Pertumbuhan tertinggi Didorong Hilirisasi
Senin, 05 Feb 2024, 17:21 WIBJakarta, 05/2 (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Maluku dan Sulawesi Tengah mencatatkan pertumbuhan ekonomi paling tinggi, masing-masing 20,49 persen dan 11,91 persen, yang mana salah satu faktornya adalah hilirisasi.
"Industrialisasi atau yang kita sebut dengan program hilirisasi nikel di kedua provinsi tersebut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi," kata Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Industri pengolahan, pertambangan, dan penggalian, serta perdagangan menjadi tiga sektor utama sumber pertumbuhan di wilayah Pulau Sulawesi serta Maluku dan Papua.
Khusus untuk Sulawesi Tengah dan Maluku Utara, Amalia menyebut industri olahan tambang, terutama feronikel, menjadi sumber ekonomi terbesar di kedua provinsi tersebut.
Dampak dari hilirisasi itu tercermin pada kinerja sumber pertumbuhan kedua provinsi, di mana Sulawesi Tengah memberikan sumber pertumbuhan 2,58 persen dan Maluku Utara 2,67 persen.
Andil sumber pertumbuhan ekonomi dari provinsi lain yaitu Sulawesi Selatan 2,04 persen, Sulawesi Tenggara 0,69 persen, Sulawesi Utara 0,67 persen, Sulawesi Barat 0,22 persen, dan Gorontalo 0,17 persen. Dari kinerja seluruh provinsi tersebut, Sulawesi mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,37 persen pada 2023.
Sementara itu pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Papua tercatat sebesar 6,94 persen. Selain Maluku Utara, Provinsi Papua Tengah memberikan sumber pertumbuhan 1,84 persen, Papua Barat dan Papua masing-masing 0,65 persen, Maluku 0,56 persen, Papua Selatan 0,24 persen, Papua Pegunungan 0,19 persen, dan Papua Barat Daya 0,14 persen.
Meski mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi, namun andil perekonomian Sulawesi serta Maluku dan Papua terhadap produk domestik bruto (PDB) masih di bawah Jawa. Sulawesi memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 7,10 persen, sementara Maluku dan Papua sebesar 2,58 persen.
Kontribusi Jawa terhadap PDB mencapai 57,05 persen, dan masih mendominasi kinerja ekonomi secara nasional.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026, CIMB Niaga Edukasi Pelajar Lewat Tour de Bank
-
BI Pastikan Uang Digital Tidak Akan Gantikan Uang Tunai
-
KKI 2026 Catat Transaksi Rp177,21 Miliar, UMKM DKI Kuatkan Ekspor & Pembiayaan
-
Cermati Protect Perkuat Kepercayaan Nasabah Lewat Layanan Asuransi Kendaraan Digital
-
Youth Today, Leaders Tomorrow: BI dan Pemprov DKI Bentuk 500 Pemimpin Muda Jakarta
-
Guru Besar UI Soroti Laporan ADBI: Tantangan RI Bukan Kurang Tumbuh, Tapi Tak Produktif
-
30 UMKM Binaan BI DKI Mejeng di KKI 2026, Target Perluas Pasar & Akses Pembiayaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.