• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mencari Lahan Pertanian y...

Mencari Lahan Pertanian yang Lebih Subur

Jumat, 02 Feb 2024, 06:25 WIB

Beberapa sejarawan mengatakan bahwa Viking meninggalkan Skandinavia karena kelebihan penduduk pada periode awal abad pertengahan. Hal ini mungkin disebabkan oleh pemanasan iklim yang diikuti oleh pendinginan mendadak di wilayah tersebut.

Akibatnya, tidak ada cukup lahan subur untuk dimiliki semua orang dalam satu keluarga Viking. Anak laki-laki tertua mewarisi tanah keluarga, sedangkan anak laki-laki lainnya harus mencari tanah lain untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.

Ket. Foto: — Sumber: afp/ MIGUEL RIOPA

Mereka tidak dapat menemukan prospek apa pun di wilayah negara tetangga seperti Denmark, Swedia, dan Norwegia. Karena alasan ini, banyak dari mereka memutuskan untuk meninggalkan rumah dan mencari padang rumput yang lebih hijau di tempat lain.

Selanjutnya mereka menemukan Inggris sebagai prospek yang menjanjikan. Dengan lahan pertanian yang kaya, iklim yang lebih sejuk, dan lingkungan yang mirip dengan tanah airnya, hal ini dianggap peluang yang menjanjikan untuk memulai hidup baru. Meningkatnya populasi ekspatriat Viking yang akrab dengan budaya dan bahasa di Inggris memudahkan para pemukim di masa depan untuk berintegrasi.

Penelitian memperkirakan antara 20.000-35.000 orang Viking mengungsi dan bermigrasi ke Inggris antara abad ke-9 dan ke-10. Awalnya, perjalanan tersebut adalah untuk misi penyerangan, tetapi setelah menjelajahi daratan dan mengetahui kondisi menguntungkan yang ditawarkannya, memutuskan melakukan tindakan drastis dan mengucapkan selamat tinggal pada tanah air mereka.

Bagi seorang pemuda Viking yang tidak memiliki kesempatan untuk mewarisi tanah keluarga di Skandinavia, maka kesempatan untuk segera memiliki tanah berharga dan menjadi petani kaya adalah sesuatu yang tidak dapat mereka tolak. Banyak dari mereka yang menetap di Inggris menjadi pemilik tanah yang mewakili elite baru Inggris.

Bukan hanya laki-laki Viking yang pindah ke Inggris tetapi perempuan juga. Beberapa pria mengirim pesan ke rumah mereka untuk meminta istri dan keluarga mereka bergabung dengan mereka. Perempuan lainnya pindah secara mandiri setelah menemukan perhiasan logam di Inggris. Para perempuan ini suka memakai kalung dan bros yang mengikat pakaian mereka atau sebagai perhiasan.

Di Inggris bangsa Viking membawa adat istiadat, hukum, ukuran, nama tempat, kerajinan tangan, dan teknik bertani mereka sendiri yang berbeda. Ketika penyerbuan masih berlangsung di Inggris, orang-orang Viking lainnya menetap sebagai petani dan hidup damai bersama penduduk lokal Anglo-Saxon.

Bangsa Viking sebagian besar menetap di tiga wilayah di Inggris: East Anglia, Northumbria (termasuk Yorkshire modern) dan Five Boroughs. Permukiman Viking terbesar adalah Danelaw, pusat perdagangan penting tempat tinggal lebih dari 10.000 orang Norse.

Zaman Viking di Inggris berakhir sekitar 1066 SM ketika agama pagan Norse secara bertahap memudar. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.