Menteri Keuangan Minta agar IIF Memperkuat Kualitas Tata Kelola Perusahaan
Senin, 29 Jan 2024, 21:58 WIBJakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta PT Indonesia Infrastructure Finance(IIF) untuk memperkuat kualitas tata kelola perusahaan dengan tujuanuntuk mengukuhkan peran perusahaan terhadap sektor pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Jangan memberatkan dengan birokrasi dan administrasi yang tidak produktif. Tapi bangunlah tata kelola yang baik tanpa menjadi birokrasi yang lamban dan tidak responsif," kata Sri Mulyani saat acara IIF's Anniversary Dialogue bertema "The Dynamics of Sustainable Infrastructure Financing and Its Roles in Achieving Food Security" di Jakarta, Senin.
Menkeu mengatakan perubahan iklim menjadi isu penting di banyak negara, namun persoalan pendanaan untuk isu tersebut masih kerap menjadi perdebatan.
Padahal, menurut dia, perubahan iklim tidak bisa dihadapi tanpa pendanaan yang berkelanjutan.
Meski banyak diskusi yang membahas mengenai emisi karbon dan sebagainya, tetapi Sri Mulyani meyakini tidak ada solusi yang tepat tanpa pembiayaan berkelanjutan.
Hal itu yang membuat Indonesia selalu menyuarakan pembiayaan berkelanjutan pada forum internasional, baik dalam forum ASEAN, G20, maupun IMF-World Bank.
"Saya harap ini menjadi pesan kepada pemegang saham. Keterlibatan bank multilateral, pembangunan bilateral, dan juga filantropi tidak seharusnya mengganggu kegiatan regulasi dan birokrasi," tutur dia.
Dalam kegiatan tersebut, Sri Mulyani juga menyampaikan harapannya terhadap generasi muda yang bakal menjadi penerus pada sektor infrastruktur untuk dapat memiliki kompetensi yang lebih baik dengan integritas yang teruji.
"Generasi muda ini pasti menjadi generasi yang melanjutkan estafet pembangunan. Jadi, saya pesan ke IIF, ajak generasi muda di bidang pembangunan infrastruktur untuk menjadi motor penggerak yang memiliki kompetensi dan integritas yang teruji," ujar Menkeu.
Bendahara Negara menambahkan sektor infrastruktur memiliki persoalan kompleks yang membutuhkan banyak keahlian dan kolaborasi antarbidang, sehingga prosesnya tidak bisa dikerjakan hanya oleh satu pihak.
Untuk itu, para generasi muda diharapkan dapat memiliki kemampuan bekerja sama.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Whoosh Bikin Pusing! Menkeu Tolak Bayar Utang KCIC Pakai APBN, Adian Napitupulu Bongkar Dugaan Pembengkakan Biaya Fantastis!
-
Pelan-pelan Pak Menkeu! Purbaya Siap Sikat Habis 28.000 Kontainer Impor 'Siluman', Nasib Industri Lokal Dipertaruhkan!
-
Banyak Kecelakaan di Laut, Hati-hati Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Nias
-
KPPU Diminta Kawal Kopdes Merah Putih agar Tak Terjebak Monopoli
-
Wagub Aceh Fadhlullah Terima Masukan Guru Besar Terkait Revisi UUPA
-
Laris Manis Tanjung Kimpul: UMKM di Batang Nusantara Ekspo Raup Rp1,8 Miliar
-
Kejari Jakarta Barat Ringkus Terpidana Mafia Tanah yang Buron Sembilan Tahun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.