Kolaborasi Penguatan Posko Pangan yang Dikelola Perempuan
Senin, 29 Jan 2024, 09:13 WIBJAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memaksimalkan upaya pemenuhan bahan pangan dengan harga murah dan terjangkau. Berkolaborasi dengan Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) dan Sahabat Usaha Rakyat (Sahara), Bapanas menggelorakan gerakan pangan murah (GPM) untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat.
Ketua Umum Inkowapi Sharmila Yahya menuturkan, keberadaan posko pangan dengan harga murah dan terjangkau sangat membantu meningkatkan daya beli dan konsumsi serta mampu memberdayakan masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan pokok.
"Saat ini posko pangan telah tersebar di seluruh Indonesia. Tentunya dengan gerakan pangan murah akan terwujud aktivitas ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat," tutur Sharmila dalam acara kolaborasi gerakan Stop Boros Pangan di Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran, Jakarta, Minggu (28/1).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan stop boros pangan. Bapanas mencatat pemborosan pangan dari pascapanen hingga di meja makan mencapai 31 persen atau kerugiannya sekitar Rp550 triliun setiap tahun.
"Di antara upaya untuk menekan boros pangan adalah melakukan gerakan makan enak, makan sehat, makan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Hal ini sangat penting karena langkah tersebut merupakan pola pangan harapan kita," ujarnya.
Di sisi lain, peran serta BUMN Pangan ID Food dan Kemenko Perekonomian untuk mengoptimalkan gerakan pangan murah ini lebih masif lagi, sangat membantu dalam mengantisipasi laju inflasi nasional yang bisa ditekan.
"Kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dan mendekatkan kebutuhan pangan kepada masyarakat luas. Ini sangat diharapkan semua pihak," jelas Sharmila, Ketua Komite Tetap Kewirausahaan Kadin Indonesia sekaligus Founder Sahera.
Selanjutnya, pada 2024 ini Inkowapi bersama Kadin Indonesia menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam memperkuat transformasi warung-warung pangan yang dikelola perempuan menjadi posko pangan.
Transformasi yang dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan, membantu akses permodalan serta perluasan inovasi digitalisasi. Tujuannya untuk lebih memberdayakan peran perempuan dalam meningkatkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam menciptakan perekonomian gotong royong kemasyarakatan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Rano Hadiri Peluncuran Batik Betawi Sukapura
-
Kementan Gandeng Pemda Magetan Perkuat Serapan Telur Peternak Rakyat
-
Panglima TNI Hadiri Pengucapan Sumpah Hakim Konstitusi, Pelantikan Anggota Ombudsman RI dan Pelantikan Duta Besar RI.
-
Masjid IKN Sediakan 700 Porsi Takjil Per Hari
-
Drone Terbang ke Korut: Lee Jae-myung Sampaikan Penyesalan Korsel
-
Cedera Paha, Mbappe Diragukan Tampil di El Clasico
-
Tegas! Kepala Bapanas Ingatkan: Jangan Ada yang "Bermain-main" di Rantai Distribusi Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.