“Jam Kiamat' Tetap Pada 90 Detik Jelang Tengah Malam

Kamis, 25 Jan 2024, 02:05 WIB

WASHINGTON DC - "Jam Kiamat" simbolis yang disetel ulang pada Selasa (23/1), tetap menunjukkan waktu 90 detik menjelang tengah malam. Hal ini mencerminkan bahwa ancaman nyata terhadap umat manusia yang ditimbulkan oleh potensi peningkatan senjata nuklir dari perang di Ukraina dan dampak ganda dari krisis iklim setelah rekor tahun terpanas yang pernah tercatat di Bumi.

Ditetapkan oleh para ilmuwan dan pakar keamanan ternama, waktu "Jam Kiamat" tetap sama seperti tahun lalu dan merupakan waktu terdekat yang pernah terjadi pada tengah malam dalam lebih dari 75 tahun sejarahnya.

Ket. Foto: “Jam Kiamat” l CEO Bulletin of Atomic Scientists, Rachel Bronson, berdiri disamping “Jam Kiamat” yang menunjukkan waktu 90 detik menjelang tengah malam pada Selasa (23/1). Waktu ini sama dengan yang disetel tahun lalu yang juga dipicu oleh perang Russia ke Ukraina. — Sumber: AFP/Hastings Group Media

"Tren terus mengarah ke bencana global," kata Rachel Bronson, presiden dan CEO Bulletin of Atomic Scientist. "Perang di Ukraina selalu menimbulkan risiko eskalasi nuklir, dan serangan 7 Oktober di Israel serta perang di Gaza memberikan gambaran lebih lanjut tentang kengerian perang modern, bahkan tanpa eskalasi nuklir," imbuh dia.

Invasi Russia ke Ukraina yang kini nyaris berlangsung selama dua tahun, adalah alasan utama dibalik penunjuk waktu itu diarahkan ke 90 detik sebelum tengah malam pada tahun 2023, dan perang terus menghantui pembaruan "Jam Kiamat" tahun ini.

Bulletin of Atomic Scientist didirikan pada tahun 1945 oleh Albert Einstein, J Robert Oppenheimer dan ilmuwan lain yang bekerja di Proyek Manhattan, yang menghasilkan senjata nuklir pertama. Gagasan tentang "Jam Kiamat" yang melambangkan kerentanan global terhadap bencana ini muncul dua tahun kemudian.SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.