Pemkab Ajak Masyarakat Pasaman Barat untuk Konsumsi Pangan Beragam
Kamis, 18 Jan 2024, 00:42 WIBSimpang Empat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk mengonsumsi pangan beragam dan bergizi seimbang menuju hidup sehat, karena didukung oleh hasil pertanian yang ada saat ini.
"Potensi pertanian daerah Pasaman Barat cukup memadai, seperti jagung, kentang, ubi jalar, pisang, dan lainnya. Ini bisa alternatif makanan selain nasi," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat Ekadiana Oktavia, di Simpang Empat, Rabu.
Menurutnya, Dinas Ketahanan Pangan setempat terus gencar mensosialisasikan gerakan diversifikasi pangan lokal ke masyarakat secara langsung maupun ajakan melalui baliho atau spanduk.
"Pemberdayaan pangan lokal terus kami galakkan khusus untuk kentang, pisang, jagung, talas, singkong, dan ubi jalar," ujarnya.
Pihaknya telah melakukan sosialisasi secara bertahap sejak 2023 ke puskesmas yang ada bagaimana masyarakat bisa meningkatkan kesadaran agar mengonsumsi pangan beragam.
"Masyarakat harus paham, kenyang, tidak harus nasi. Tetapi satu porsi nasi bisa setara dengan pangan lokal yang ada," ujarnya
Ia menjelaskan satu porsi nasi sebanyak 100 gram itu setara dengan dua buah kentang (210 gram), 2,5 buah pisang, tiga buah jagung, satu buahtalas, 1,5 potong singkong, dan satu buah ubi jalar.
Kentang mengandung antioksidan dan kaya serat. Pisang mengandung zat besi dan baik untuk sirkulasi darah, jagung berserat tinggi, dan mencegah sembelit.
Lalu talas berkalsium tinggi baik untuk tulang, singkong tinggi serat dan mengurangi risiko diabetes serta ubi jalar kaya antioksidan dan mengurangi risiko diabetes
"Kami mengajak masyarakat melalui pangan lokal hidup sehat dan bahagia," katanya pula.
Pihaknya juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menjaga ketersediaan pangan.
Dia menjelaskan gerakan diversifikasi pangan lokal itu sebagai antisipasi ketergantungan masyarakat pada nasi.
"Untuk Pasaman Barat ketersediaan beras masih mencukupi. Selain masih banyak warga bertani sawah dan panen juga stok beras dari luar Pasaman Barat masih tinggi," katanya lagi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kenin Hentikan Langkah Venus Williams dalam Duel Tengah Malam di US Open
-
Dana Desa Papua Tengah Anjlok Jadi Rp535 Miliar pada 2026, Gubernur Ungkap Penyebabnya
-
Somalia Makin Lapar, Krisis Pangan Diprediksi Makin Parah
-
Menkeu Purbaya Pastikan Kemenkeu Punya Dana Cukup Bayar Utang Kereta Cepat
-
Messi Langsung Beri Assist di Laga Pertama setelah Pensiun dari Timnas Argentina
-
Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mulai Dikelola Transjakarta Juni 2027
-
Generasi Muda Diajak Mengenal Asrul Sani, Sastrawan dan Tokoh Perfilman Indonesia.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.