• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bukan Chatbot Biasa, Agen ...

Bukan Chatbot Biasa, Agen AI Meta Muse Kini Bisa Akses Aplikasi Mac

Selasa, 22 Sep 2026, 05:38 WIB

JAKARTA - Meta menghadirkan aplikasi asisten kecerdasan artifisial (AI) Muse untuk perangkat Mac, setelah lebih dulu meluncurkannya ke perangkat seluler dan web.

Dilansir dari laporan Tech Crunch pada Jumat (18/9) waktu setempat, pengguna dapat memberikan akses kepada Muse untuk berinteraksi langsung dengan dokumen, pesan, kalender, catatan, dan surat elektronik.

Ket. Foto: Ilustrasi aplikasi Meta Muse untuk Mac. — Sumber: ANTARA/Meta

Muse akan meminta persetujuan pengguna terlebih dahulu sebelum AI mengakses data dan aplikasi dalam perangkat pengguna.

Selain itu, Muse akan selalu meminta persetujuan pengguna sebelum menjalankan tindakan yang dianggap sensitif.

Aplikasi Muse untuk Mac hadir setelah Meta meluncurkan asisten AI tersebut untuk perangkat seluler dan web pada awal September.

Setelah debut, Muse sempat menempati posisi teratas dalam daftar aplikasi gratis di App Store Amerika Serikat.

Kehadiran Muse di Mac juga memperluas persaingan di antara layanan agen AI yang tidak hanya memberikan jawaban atas pertanyaan, tetapi dapat menjalankan sejumlah tindakan atas permintaan pengguna.

Selain Muse, sejumlah perusahaan teknologi besar juga mengembangkan layanan AI agen untuk konsumen. Beberapa layanan lain bahkan memungkinkan pengguna berinteraksi dengan AI melalui pesan teks.

Persaingan di sektor tersebut juga mendorong pengembang untuk mempercepat penambahan fitur baru. Muse dan Instinct, misalnya, sama-sama menghadirkan kemampuan melakukan panggilan suara pada pekan ini.

Agen AI

Sementara itu, Meta memperkenalkan Muse, agen kecerdasan artifisial (AI) yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan sehari-hari seperti berbelanja, mengirim email, hingga merencanakan perjalanan.

Dilansir dari laporan Engadget pada Selasa (8/9) waktu setempat, Muse memiliki kemampuan lebih canggih daripada Meta AI. Berbeda dari asisten Meta AI yang hanya bisa menjawab pertanyaan atau membantu tugas tertentu, Muse dapat menjalankan pekerjaan yang lebih kompleks secara mandiri setelah diberi instruksi oleh pengguna.

Misalnya, pengguna cukup memberi tahu Muse apa yang ingin dilakukan. Selanjutnya, Muse dapat membantu menyusun rencana, mengatur waktu dan sumber daya yang dibutuhkan, lalu mengerjakan tugas tersebut tanpa harus terus-menerus diarahkan oleh pengguna.

Kemampuan Muse juga bergantung pada akses yang diberikan pengguna. Agen AI ini dapat terhubung dengan berbagai layanan milik Meta maupun aplikasi pihak ketiga, termasuk Google Workspace, Ticketmaster, OpenTable, Spotify, dan Apple Health.

Sebagai contoh, pengguna bisa meminta Muse mengumpulkan video resep yang pernah mereka simpan di Instagram dan Facebook, lalu menyusunnya agar lebih mudah dibaca. Setelah itu, Muse dapat membuat daftar bahan yang diperlukan, membandingkan harga, bahkan membantu melakukan pemesanan secara daring.

Muse juga dapat terhubung dengan layanan pihak ketiga yang menyediakan API publik. Dengan kemampuan tersebut, Muse memiliki ruang yang cukup luas untuk menjalankan berbagai tugas, terutama jika pengguna bersedia memberikan akses ke lebih banyak layanan dan informasi pribadi.

Namun, pengguna harus memberikan kepercayaan yang lebih tinggi kepada Muse untuk menjalankan tugas-tugas tertentu. Meta mengatakan telah menyiapkan sistem keamanan untuk mencegah agen AI melakukan tindakan yang tidak diinginkan sekaligus melindungi data pengguna.

Muse akan meminta persetujuan sebelum melakukan tindakan tertentu yang memiliki dampak langsung terhadap data pengguna, seperti mengirim email atau menyelesaikan pembelian. Sementara itu, tugas yang dianggap berisiko rendah dapat dilakukan tanpa meminta persetujuan.

Pada aspek keamanan data pengguna, Meta juga memberikan pilihan kepada pengguna untuk tidak mengizinkan percakapan mereka digunakan sebagai bahan pelatihan AI. Meta juga menegaskan isi percakapan dengan Muse tidak akan dibagikan kepada sistem iklan perusahaan.

Meta juga menjalankan Muse pada mesin virtual khusus. Sistem tersebut dirancang untuk memisahkan agen dan data yang dapat diakses setiap pengguna sehingga tidak tercampur dengan pengguna lain.

Meski demikian, Meta mengakui Muse tetap dapat melakukan kesalahan. Perusahaan mengatakan sistem keamanan yang disiapkan diharapkan dapat mengurangi kemungkinan kesalahan sekaligus membatasi dampaknya jika terjadi.

Muse menjadi bagian dari ambisi Meta untuk membuat agen AI yang dapat membantu pengguna dalam berbagai aktivitas, termasuk pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak langkah.

Meta bahkan membayangkan agen seperti Muse dapat terus bekerja di latar belakang sistem untuk membantu menyelesaikan berbagai tugas pengguna.

Untuk memudahkan penggunaan saat bepergian, Meta juga berencana menghadirkan Muse di WhatsApp dan kacamata pintarnya. Dengan begitu, pengguna dapat berinteraksi dengan agen AI tersebut tanpa harus selalu membuka komputer atau ponsel.

Perusahaan mengatakan sebagian besar kebutuhan pengguna akan dapat dipenuhi secara gratis. Sementara itu, pengguna yang ingin mengakses kemampuan Muse yang lebih canggih kemungkinan harus membeli layanan berbayar. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.