Yili Indonesia Perkuat SDM UMKM Daerah melalui Kolaborasi Keamanan Pangan
Kamis, 08 Okt 2026, 21:55 WIBJAKARTA â Penguatan sumber daya manusia (SDM) dan kapasitas pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) pangan menjadi salah satu tantangan dalam mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Selain akses terhadap modal dan pasar, pelaku usaha pangan juga membutuhkan pemahaman mengenai keamanan pangan, proses produksi, serta pemenuhan ketentuan administrasi dan regulasi.
Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui Program KKN Tematik Keamanan Pangan (KKNT KP) yang melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
PT Yili Indonesia Dairy menjadi salah satu perusahaan yang mendukung pelaksanaan program tersebut melalui kolaborasi bersama BPOM dan sejumlah perguruan tinggi. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa sekaligus memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat serta UMK pangan olahan di sejumlah wilayah Indonesia.
Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah yang lebih inklusif.
âKami percaya bahwa kemajuan Indonesia perlu dibangun secara bersama dan merata, termasuk dengan memberikan perhatian serta dukungan terhadap pengembangan daerah di luar Jawa. Perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah, sementara UMK menjadi bagian penting dari penggerak ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama BPOM dan perguruan tinggi, Yili ingin turut berkontribusi dalam menciptakan dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di daerah,â ujar Yu melalui keterangannya pada hari Kamis (8/10).
Mahasiswa Jadi Penghubung Pengetahuan
Program KKNT KP merupakan salah satu inisiatif BPOM yang melibatkan mahasiswa perguruan tinggi sebagai Fasilitator Keamanan Pangan dan Kader Keamanan Pangan. Sebelum diterjunkan ke masyarakat, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek keamanan pangan.
Setelah memperoleh pembekalan, mahasiswa menjalankan kegiatan edukasi dan pendampingan di desa. Sasaran kegiatan tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga pelaku UMK yang memproduksi dan mengolah pangan.
Model tersebut memberikan dua manfaat sekaligus. Bagi mahasiswa, kegiatan KKN menjadi kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan kompetensi akademik secara langsung. Sementara bagi masyarakat dan pelaku UMK, kehadiran mahasiswa dapat menjadi sarana memperoleh informasi dan pendampingan mengenai praktik keamanan pangan serta berbagai aspek regulasi.
Materi yang diberikan mencakup sejumlah aspek, mulai dari penerapan lima kunci keamanan pangan hingga pemahaman mengenai proses produksi pangan olahan yang baik.
Program tersebut juga mencakup pendampingan administratif, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) produksi, GAP Assessment dan Corrective Action and Preventive Action (CAPA), serta pemahaman mengenai tata cara perizinan pangan olahan.
Pelaku UMK juga mendapatkan pemahaman mengenai proses pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Dengan pendekatan tersebut, pendampingan tidak berhenti pada edukasi mengenai keamanan pangan, tetapi juga menyentuh aspek yang diperlukan pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan usahanya secara lebih tertib dan sesuai ketentuan.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha
Program KKNT KP juga menjadi bagian dari implementasi Merdeka Belajar-Kampus Berdampak (MBKB). Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan sekaligus menjalankan peran sosial melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
Kolaborasi dalam program tersebut melibatkan dunia usaha melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan tersebut antara lain digunakan untuk menunjang operasional mahasiswa selama berada di lapangan, menyediakan peralatan produksi sederhana bagi UMK binaan, serta mendukung pameran hasil kegiatan KKN di desa.
Keterlibatan dunia usaha melengkapi peran pemerintah dan perguruan tinggi dalam pelaksanaan program. BPOM memberikan pembekalan dan kerangka pendampingan terkait keamanan pangan, perguruan tinggi mengerahkan mahasiswa, sedangkan dukungan industri membantu menunjang pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Salah satu pelaksanaan program pada 2026 melibatkan Universitas Mataram. Sebelum menjalankan kegiatan di lapangan, mahasiswa mendapatkan pembekalan teknis mengenai keamanan pangan dan berbagai aspek yang akan ditemui ketika melakukan pendampingan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Universitas Mataram menjadi salah satu dari lima perguruan tinggi yang tercantum dalam kolaborasi Program KKNT Keamanan Pangan BPOM 2026. Perguruan tinggi lainnya adalah IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Tanjungpura.
Untuk Universitas Mataram, pelaksanaan program mencakup pendampingan di 10 desa. Sementara cakupan program secara keseluruhan meliputi sejumlah wilayah KKN di Jawa maupun luar Jawa.
Perwakilan Universitas Mataram, Maiser Syaputra, S.Hut., M.Si., mengatakan program tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
âBagi Universitas Mataram, Program KKN Tematik Keamanan Pangan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang mereka peroleh sekaligus berkontribusi secara nyata bagi masyarakat. Melalui pendampingan di 10 desa, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku UMK pangan, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan, proses produksi yang baik, serta pemenuhan aspek administrasi dan regulasi,â ujar Maiser.
Ia menambahkan, dukungan dari mitra industri turut membantu memperkuat pelaksanaan program di daerah.
âKami mengapresiasi kolaborasi dengan BPOM dan dukungan dari mitra industri seperti Yili Indonesia yang turut memperkuat pelaksanaan program ini di daerah,â katanya.
Mendorong Penguatan Ekosistem Pangan Daerah
Bagi Yili Indonesia, keterlibatan dalam program tersebut tidak hanya berkaitan dengan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa, tetapi juga dengan upaya memperkuat kapasitas masyarakat dan pelaku usaha pangan di daerah.
Penguatan UMK pangan menjadi penting karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pengembangan usaha pangan juga perlu berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman mengenai keamanan pangan, standar produksi, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Melalui pendampingan di tingkat desa, pengetahuan mengenai keamanan pangan diharapkan dapat diterapkan secara lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari pelaku usaha. Pendekatan tersebut juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan yang dihadapi UMK secara langsung, termasuk kebutuhan terhadap pendampingan administratif dan peningkatan proses produksi.
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi salah satu pendekatan yang dapat memperluas jangkauan program sekaligus menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan di lapangan.
Bagi Yili Indonesia, keterlibatan dalam Program KKNT KP menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan ekosistem pangan sekaligus pembangunan daerah di luar Jawa.
Upaya tersebut menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu unsur penting dalam pembangunan yang lebih merata. Dengan meningkatnya kapasitas mahasiswa, masyarakat, dan pelaku UMK pangan, program diharapkan dapat memberikan manfaat yang tidak hanya berlangsung selama kegiatan KKN, tetapi juga berlanjut melalui penerapan pengetahuan dan praktik keamanan pangan setelah program selesai.
- Perguruan Tinggi
- BPOM
- CSR
- Pangan
- KKN Tematik
- UMKM
- Yili Indonesia Dairy
- Universitas Mataram
- pembangunan daerah
- keamanan pangan
- UMK Pangan
- SDM Daerah
- Merdeka Belajar Kampus Berdampak
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Polisi Udara Dukung Evakuasi dan Misi Kemanusiaan Operasi Damai Cartenz 2026
-
Bukan Chatbot Biasa, Agen AI Meta Muse Kini Bisa Akses Aplikasi Mac
-
Somalia Makin Lapar, Krisis Pangan Diprediksi Makin Parah
-
Laju Sabalenka Menuju "Hattrick" Diuji Noskova
-
Pemkot Jakarta Timur Tertibkan Kabel Udara Semrawut Sepanjang 792 Meter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.