- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gempa Jepang: Akses Masih ...
Gempa Jepang: Akses Masih Sulit dan Listrik Padam
Jumat, 12 Jan 2024, 06:11 WIBTokyo - Gempa bermagnitudo 7,6 yang melanda Prefektur Ishikawa pada 1 Januari lalu masih menyisakan dampak yang signifikan hingga saat ini, terutama di beberapa wilayah, seperti di Wajima dan Suzu yang mengalami listrik dan air padam.
Salah seorang warga negara Indonesia (WNI), Hikmah, yang terdampak gempa dan terlibat langsung dalam membantu korban gempa menuturkan kepada Antara di Tokyo, Kamis, bahwa saat ini kondisi di beberapa wilayah masih sulit.
"Suzu, akses paling sulit. Listrik dan air belum ada," katanya.
Kondisi yang sama juga terjadi di wilayah Ogi dan Wajima yang aksesnya terhambat dan listrik serta air padam.
"Ke sana, bisa makan waktu tiga kali lipat dari biasanya karena jalan di tempat-tempat lain pun juga tidak baik-baik saja," ujarnya.
Sementara itu, lanjut dia, di wilayah Nanao akses relatif lebih mudah, tetapi air masih sulit didapatkan. Sementara di wilayah Ibu Kota Ishikawa, Kanazawa, kondisi sudah terbilang stabil.
Hikmah menyebutkan WNI yang terdampak di Suzu dan Wajima pun masih tinggal di pengungsian.
"Setahu saya yang di Wajima ada tiga orang. Ada juga yang di Sakai. WNI yang bekerja di bidang perikanan diungsikan ke Kanazawa karena tempat tinggalnya sudah tidak bisa didiami," katanya.
Dia menambahkan tidak hanya WNI dan warga asing lainnya, warga Jepang juga masih banyak yang bertahan di pengungsian.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, jalan raya terbelah di wilayah Suzu, rumah runtuh dan tiang-tiang listrik ambruk.
"Tiang listrik hampir tidak ada yang lurus. Saya pulang ke Kanazawa, melihat tiang listrik lurus jadi merasa aneh," katanya.
Merujuk pada data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, WNI yang masih tinggal di pengungsian berjumlah 13 orang, delapan di Animizu dan lima di Kanazawa.
Selain itu, akses dan lokasi jalan tertutup salju dan terkendala jaringan komunikasi telepon antarwilayah.
Hingga Kamis (11/1), gempa tersebut telah menelan 206 korban tewas dan 52 orang masih belum dapat ditemukan.
KBRI Tokyo memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban jiwa.
Informasi dari Badan Meteorologi Jepang menunjukkan gempa susulan masih kerap terjadi di Semenanjung Noto, yakni bermagnitudo 2,7 pada Kamis (11/1) pukul 23.35 waktu setempat.
Berita Terkait:
-
Bupati Lumajang Indah Amperawati Perpanjang Status Darurat Erupsi Semeru hingga 2 Desember 2025
-
Gizi Seimbang Sangat Penting bagi Anak. Orangtua Menjadi Kunci Pelaksanaan
-
Carlos Alcaraz Juara Australian Open 2026 Usai Hancurkan Ambisi Djokovic
-
Program Berani Menyala untuk Memenuhi Kebutuhan Listrik Warga Sigi
-
Pipa Gas PT TGI Meledak di Inderagiri Hilir, 10 Orang Terluka
-
Shai Gilgeous-Alexander dan Jalen Brunson Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik NBA Desember 2025
-
Fulham vs Chelsea: Cole Palmer Siap Tempur, The Blues Bidik Tiga Poin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.