Dollar Stabil, Pasar Menilai IHK AS Lebih Tinggi dari Perkiraan

Jumat, 12 Jan 2024, 10:12 WIB

TOKYO - Dollar bertahan stabil terhadap mata uang sejenis pada Jumat (12/1), karena investor mempertimbangkan inflasi harga konsumen (IHK) AS yang lebih tinggi dari perkiraan dibandingkan dengan spekulasi pasar bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunganya segera pada Maret mendatang.

Harga konsumen AS meningkat pada bulan Desember karena harga sewa terus mempertahankan tren kenaikannya, naik tipis 0,3 persen lebih tinggi pada bulan tersebut dan naik 3,4 persen secara tahunan, dibandingkan perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang masing-masing mencatat kenaikan sebesar 0,2 persen dan kenaikan 3,2 persen. .

Ket. Foto: Uang kertas Dolar AS terlihat dalam ilustrasi yang diambil 17 Juli 2022. — Sumber: CNA/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Namun, para pedagang memperkirakan peluang sebesar 73,2 persen untuk pemotongan 25 basis poin pertama yang akan dilakukan pada bulan Maret, dan beberapa pemotongan lagi akan menyusul, menurut FedWatch Tool dari CME Group.

"Sekali lagi, kami melihat disparitas antara perkiraan pasar, data, dan narasi The Fed," kata Analis Pasar Senior di City Index Matt Simpson.

"Dollar AS tidak berperilaku sedemikian rupa untuk menunjukkan bahwa para penjual USD sedang ketakutan," tambahnya.

Indeks dollar berada di sekitar 102,26, turun dari level tertinggi pada hari Kamis di 102,76, namun jauh di depan level terendah lima bulan di 100,61 yang dicapai pada bulan Desember ketika para pedagang mulai secara agresif memperhitungkan serangkaian pemotongan suku bunga The Fed untuk tahun ini.

Presiden The Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan pada Kamis, angka CPI terbaru berarti kemungkinan terlalu dini bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga kebijakannya pada bulan Maret.

Pada kesempatan terpisah, Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan, data tersebut tidak banyak menjelaskan jalur inflasi.

"Apa yang penting bagi Federal Reserve adalah upaya terakhir untuk mengembalikan inflasi ke target tampaknya lebih sulit," tulis analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

"Oleh karena itu, kami merasa terkonfirmasi dalam penilaian kami bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga pada bulan Maret, seperti yang diperkirakan pasar," tambah mereka.

Euro terjebak di sekitar $1,0977 setelah menguat terhadap dolar pada hari sebelumnya, sementara sterling terakhir diperdagangkan pada $1,277, naik 0,07 persen pada hari itu.

Yen Jepang sedikit berubah pada 145,27 per greenback tetapi tetap menjauh dari level terendah Kamis di 146,41, terendah sejak 11 Desember.

Dalam mata uang kripto, bitcoin terakhir naik 0,25 persen pada $46.270,00, setelah melonjak ke level tertinggi dua tahun semalam setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada hari Rabu memberikan lampu hijau untuk menawarkan ETF yang terkait dengan bitcoin.

Ether turun sedikit ke $2.607,40 setelah menyentuh level tertinggi sejak Mei 2022 di $2.690,70 pada Kamis.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.