Presiden Ekuador Umumkan Perang Kepada Geng Narkoba

Kamis, 11 Jan 2024, 17:16 WIB

MEXICO CITY - Presiden Ekuador Daniel Noboa mengumumkan perang terhadap kartel narkoba setelah tiga hari gelombang kekerasan terjadi, ketika geng-geng tersebut bentrok dengan angkatan bersenjata negara itu.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio lokal Radio Canela, pada Rabu (10/1), Noboa berbicara tentang aksi teroris dan peningkatan kekerasan yang dramatis yang telah mengguncang Ekuador.

"Kami sedang berperang. Kami tidak bisa menyerah kepada para teroris ini. Kami melakukan apa yang diperlukan untuk menghilangkan ketidakamanan. Geng-geng ini berpikir bahwa mereka akan menghancurkan presiden dengan menyerbu siaran televisi dan menyandera pasukan keamanan, tetapi mereka tidak akan berhasil," kata Noboa.

Bentrokan bersenjata sejauh ini telah menyebabkan 11 korban tewas. Pihak berwenang juga melaporkan tindakan kekerasan seperti pembakaran kendaraan, blokade, dan pemboman di sejumlah provinsi.

Selain itu, Layanan Nasional untuk Perhatian terhadap Orang yang Dirampas Kebebasannya--badan yang bertanggung jawab atas penjara-penjara di negara tersebut--pada Rabu mengumumkan bahwa para narapidana telah menyandera 139 penjaga dan staf lainnya.

Pada Selasa (9/1), Noboa mengumumkan konflik bersenjata internal dan menyatakan 22 kelompok kriminal aktif di negara tersebut sebagai organisasi teroris.

Melalui keputusan presiden, ia mengerahkan pasukan untuk memerangi geng kriminal yang meneror penduduk.

Menurut Noboa, melabeli kelompok tersebut sebagai organisasi teroris memungkinkan pemerintah mengambil berbagai tindakan terhadap mereka.

"Semua kelompok teroris ini adalah sasaran militer, dan jika Anda ingin melawan…beranilah dan lawan militer secara langsung," ujar dia.

Keputusan tersebut ditandatangani setelah orang-orang bersenjata menyerbu masuk ke stasiun televisi TC Television di Kota Guayaquil selama siaran langsung, menyandera sambil mengacungkan senjata dan granat.

Pada hari yang sama, orang-orang bersenjata mengambil alih fasilitas sebuah universitas di Guayaquil, menodongkan senjata kepada para mahasiswa.

Tiga belas tersangka telah ditangkap atas serangan di studio televisi.

Noboa juga mengumumkan langkah-langkah ekstrem seperti pemberlakuan jam malam di Ekuador dan tindakan keras terhadap pejabat kehakiman.

"Kami akan mempertimbangkan hakim dan jaksa yang mendukung para pemimpin kelompok teroris ini sebagai bagian dari kelompok teroris juga," kata dia saat wawancara radio.

Noboa juga mengatakan negaranya akan mulai mendeportasi tahanan asing, terutama warga Kolombia, untuk mengurangi populasi penjara, mengingat bahwa tahanan dari Kolombia, Peru, dan Venezuela mewakili 90 persen warga asing yang dipenjara di Ekuador

Menurut presiden, sebanyak 1.500 tahanan asal Kolombia akan dideportasi minggu ini.

Gelombang kekerasan terjadi di Ekuador menyusul kaburnya Jose Adolfo Macias, alias "El Fito", pemimpin "Los Choneros", sebuah organisasi kekerasan yang bertanggung jawab atas perdagangan narkoba di negara tersebut dan diduga merupakan cabang bersenjata Kartel Sinaloa, sindikat kriminal Meksiko.

Minggu lalu, Macias melarikan diri dari selnya di penjara Litoral di Guayaquil bersama dengan narapidana terkenal lainnya.

Dia menjalani hukuman 34 tahun penjara sejak 2011 setelah dinyatakan bersalah atas perdagangan narkoba, pembunuhan, dan kejahatan terorganisasi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.