Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Kekurangan Pengawas TPS, Bawaslu DKI Disarankan Kolaborasi dengan Kampus

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Kekurangan Pengawas TPS, Bawaslu DKI Disarankan Kolaborasi dengan Kampus Doc: ANTARA/Syaiful Hakim
Ket. Petugas merapihkan susunan kotak suara di gudang logistik KPU Jakarta Timur di Gelanggang Olahraga (GOR) Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (2/1/2024).

JAKARTA -Manajer Program Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil menilai Bawaslu DKI Jakarta bisa berkolaborasi dengan kalangan kampus untuk mengatasi kendala kekurangan tenaga pengawas di tempat pemungutan suara (TPS).

"Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah berkolaborasi dengan kampus," kata Fadli saat dihubungi di Jakarta, Kamis (11/1).

Menurutnya, Bawaslu DKI dapat melibatkan pihak kampus agar mahasiswanya ikut berpartisipasi dengan menjadi pengawas diTPS-TPS.

Berikutnya, Fadli menjelaskan Bawaslujuga dapatmemaksimalkan pelaksanaan program Merdeka Belajar melalui pembukaan kesempatan bagi mahasiswa yang menjalani program tersebut untuk dapat melakukan kuliah praktik dengan menjadi pengawas TPS.

"Artinya, teman-teman mahasiswa yang sekarang menjalani program Merdeka Belajar bisa dimaksimalkan. Bagian dari proses merdeka belajar atau kemudian kuliah di lapangan atau kuliah praktik itu salah satunya menjadi pengawas TPS," ucap dia.

Sebelumnya, Bawaslu DKI Jakarta menyampaikan pihaknya membutuhkan sebanyak 30.766 pengawas TPS pada Pemilu 2024.

"Pengawas TPS atau PTPS yang dibutuhkan 30.766 orang," kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu DKI Jakarta Burhanuddin.

Burhanuddin menuturkan pihaknya masih membutuhkan lebih banyak pengawas TPS untuk membantu pelaksanaan pesta demokrasi.

Dia menyebutkanper 7 Januari 2024, Bawaslu DKI mencatat sebanyak 25.602 orang telah mendaftarkan diri untuk menjadipengawas TPS di DKI Jakarta dengan rincian 14.790 laki-laki dan 10.812 perempuan.

Angka itu terbilang masih kurang dengan jumlah kebutuhan pengawas TPS, yakni 61.532 orang atau dua kali lipat yang dibutuhkan agar bisa diseleksi.

Dia mengatakan terdapat banyak faktor yang mengakibatkan kekurangan pendaftar sebagai pengawas TPS, seperti masa kerjanya yang sebentar atau hanya satu bulan, yakni 22 Januari sampai 21 Februari 2024. Kemudian, momen pendaftaran juga bertepatan dengan perekrutan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan saksi partai.

Lalu, alasan lainnya adalah adanya keterbatasan informasi yang diterima sehingga belum sampai ke masyarakat.

"Maka dari itu, masih didiskusikan untuk diperpanjang pendaftaran pengawas TPS," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.