Klinsmann Pertaruhkan Segalanya untuk Bawa Korsel juarai Piala Asia

Selasa, 09 Jan 2024, 17:46 WIB

JAKARTA - Juergen Klinsmann dapat dikatakan telah mempertaruhkan segalanya untuk bisa membawa tim nasional Korea Selatan (Korsel) menjuarai Piala Asia.

Dalam berbagai kesempatan pelatih asal Jerman itu telah mendeklarasikan bahwa apa pun selain gelar Piala Asia pertama sejak 1960 untuk Korsel merupakan kegagalan.

Hal itu jelas merupakan target tinggi bagi pelatih yang tidak memenangi satu pertandingan pun dari lima laga pertamanya di tim tersebut, dan ia tidak pernah menghadirkan nuansa optimisme yang sama sebagaimana saat Klinsmann masih aktif bermain.

Para penggemar Korsel sendiri telah bersikap skeptis saat penyerang legendaris Jerman itu ditunjuk menjadi arsitek timnas 11 bulan silam. Hal itu dilandasi catatan tidak meyakinkan Klinsmann sebagai pelatih, dan ia segera menjadi sorotan menyusul serangkaian hasil buruk.

Mantan pelatih timnas AS itu juga menghadapi kritik dari media dan para penggemar perihal dirinya yang lebih banyak menghabiskan waktu di California, AS, ketimbang di Korsel.

Penampilan timnas Korsel berangsur membaik, namun kegagalan pada Piala Asia dapat berujung pada berakhirnya karier kepelatihan Klinsmann.

Klinsmann sebelumnya menjadi pelatih Hertha Berlin selama sepuluh pekan pada musim 2019/2020.

Meski suasananya sedang tidak kondusif, Klinsmann yakin bahwa para penggemar Korsel dapat mengharapkan tim yang dipimpin Son Heung-min mampu mengakhiri puasa gelar Piala Asia selama lebih dari 60 tahun.

"Kami harus menuju tujuan tertinggi, dan jika kami tidak mencapainya, maka itu adalah kesalahan pelatih. Tidak masalah," ucap Klinsmann seperti dikutip AFP.

Klinsmann memiliki salah satu skuad terkuat di turnamen Piala Asia, yang kembali dipimpin oleh penyerang dan kapten Tottenham Hotspur, Son.

Son telah lama diandalkan oleh Korsel, namun sejumlah rekan setimnya kini juga tengah menjalani penampilan apik di klubnya masing-masing.

Penyerang lain, Hwang Hee-chan tampil impresif untuk Wolverhampton musim ini. Ia mengoleksi sepuluh gol dari 20 pertandingan Liga Inggris.

Gelandang serang Lee Kang-in, yang diabaikan oleh pelatih timnas Korsel sebelumnya Paulo Bento, semakin sering dimainkan oleh PSG dan pemain 22 tahun itu dapat menjadi salah satu bintang yang menonjol di Piala Asia.

Di lini belakang, bek tengah Kim Min-jae merupakan pemain reguler Bayern Munich setelah memenangi gelar Liga Italia bersama Napoli.


Catatan suram

Korsel mencapai 16 besar Piala Dunia 2022 di bawah asuhan Bento, sebelum kemudian takluk 1-4 dari Brasil. Namun timnas Korsel bermain lebih ke arah fungsional ketimbang menghibur.

Klinsmann merupakan pelatih dengan pola pikir yang lebih menyerang, dan telah mendorong para pemain muda untuk bermain lebih berani, lebih mengekspresikan diri, dan tumbuh lebih cepat.

"Menurut saya, contoh terbaik adalah Kang-in. Dengan kehadiran Kang-in sekarang ini, dibanding enam bulan lalu, Anda memiliki ritme permainan yang benar-benar berbeda dengan kualitas-kualitasnya," ucap Klinsmann.

Timnas Korsel memenangi enam pertandingan terakhir mereka, dengan catatan memasukkan 20 gol dan tidak kemasukan sama sekali.

Tetapi Klinsmann menjadi sasaran kritik dari pihak-pihak yang menudingnya terlalu banyak menghabiskan waktu di luar negeri dan mengabaikan Liga Korea.

Ia berargumen bahwa dirinya merupakan pelatih internasional, dan berulang kali menolak permohonan untuk mengubah pendekatannya.

Catatan suram Korsel di Piala Asia merupakan suatu anomali bagi tim yang telah sepuluh kali tampil di Piala Dunia.

Mereka kalah dari tuan rumah Australia pada laga final 2015, dan kemudian didepak Qatar di perempat final empat tahun kemudian.

Korsel akan memulai perjuangannya meraih gelar di Qatar dengan menghadapi Bahrain pada Senin (15/1) depan. Malaysia dan Jordania juga berada di grup yang sama, yang mestinya dengan mudah dapat dikuasai Korsel.

Siapapun lawan yang mereka hadapi, pesan Klinsmann kepada para pemainnya akan tetap sama, yakni membawa pulang Piala Asia.

"Saya percaya pada tim Korea ini, bahwa mereka mampu mewujudkannya karena kami memiliki begitu banyak kualitas dengan banyaknya pemain bagus. Kami mampu memenangi turnamen ini. Ini membutuhkan banyak pekerjaan, banyak momen khusus, namun jelas ini dapat dilakukan," kata Klinsmann. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Opik

Berita Terbaru

Pengedar Narkoba Makin Lihai, Dua Pemuda di Depok Ditangkap, Jual Tembakau Sintetis di Medsos

AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang

Kemenpar Rilis Infografis Statistik 10 Destinasi Pariwisata Prioritas

Biaya Logistik RI 14,29% PDB, Pakar Soroti 3 Penyebab Biaya Tinggi

Hina Hari Nyepi, Turis Asal Swiss Divonis Setahun Penjara

Gibran Gandeng Mahasiswa UI Pulihkan Trauma Anak-anak Korban Gempa NTT

Pontianak Alami Kepekatan Kabut Asap Super Ekstrem, Orangtua Tak Rela Anaknya Sekolah, Minta PJJ

Tingkatkan Keselamatan Wisatawan, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB

Mobil Listrik Omoda 4 Resmi Hadir di Indonesia, Cek Fitur dan Harganya!

Subsidi Motor Listrik Bergulir Lagi September, Mau Beli Motor Listrik Subsidi Rp5 Juta? Lirik Merek-merek Berikut

Rupiah Dibayangi Kebuntuan Selat Hormuz

Bantu Korban Gempa NTT, BNPB Terima 34,38 Ton Bantuan Logistik dari TNI AU dan Jakarta

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat dalam Sejarah untuk Iran

Kemenhub Perkuat Langkah Strategis Pengelolaan Keuangan 2026

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed dan Dua Wakilnya Ditangkap terkait Penerimaan Mahasiswa Baru

Banjir Merendam Thailand Utara, Dua Orang Tewas, Ribuan Penduduk Dievakuasi

Kabut Asap Kebakaran Hutan Ganggu Aktivitas, Sekolah di Banjarbaru Kalsel Masuk Pukul 09.00

IHSG Hari Ini Menguat! Naik 22,48 Poin ke Level 6.524 Saat Pembukaan

Dari Kampus ke Pasar Global, Mendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir

AirNav Indonesia Tuntaskan Program RBB 2026 di Boyolali

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.