Investor Perlu Cermati Inflasi AS

Selasa, 09 Jan 2024, 08:44 WIB

JAKARTA - Para pelaku pasar perlu mencermati perkembangan inflasi Amerika Serikat (AS) dan potensi berlanjutnya net buy atau aksi beli investor asing selama pekan ini. Sebab, perkembangan makroekonomi di Negeri Paman Sam diperkirakan masih mendominasi sentimen bagi pasar modal global, termasuk Indonesia.

"Inflasi AS diprediksi turun tipis ke 3 persen year on year (yoy) dengan inflasi inti tetap di level 4 persen (yoy)," ujar Community Lead PT Indo Premier Sekuritas, Angga Septianus sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (8/1).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Angga menjelaskan, investor asing gencar melakukan aksi beli terutama pada saham perbankan senilai 2,7 triliun rupiah pekan lalu, seiring terjadinya January Effect di tengah sentimen penurunan suku bunga global yang akan terjadi pada tahun ini.

Dia menjelaskan pergerakan IHSG pada pekan lalu terpengaruh empat sentimen, diantaranya Purchasing Manager's Index (PMI) Indonesia, inflasi Indonesia, tarif bea masuk impor batu bara Tiongkok dan aksi beli asing (net buy).

"PMI Indonesia masih berada dalam fase ekspansif selama 28 bulan terakhir. S&P Global menjelaskan peningkatan ini disebabkan oleh pertumbuhan produksi dan peningkatan jumlah tenaga kerja," ujar Angga.

Seperti diketahui, inflasi Indonesia tercatat 2,61 persen (yoy) dan 0,41 month to month (mtm), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116, 56.

Tarif Impor

Sementara itu, terkait penerapan tarif bea masuk impor batu bara, Tiongkok mengambil kebijakan untuk kembali mengenakan tarif bea masuk atau pungutan impor batu bara dari Russia, Mongolia, Afrika Selatan dan AS, yang mulai berlaku pada 1 Januari 2024.

Angga menjelaskan, pemberlakuan bea impor batu bara dipastikan tidak berpengaruh bagi Indonesia karena adanya ASEAN Tiongkok Free Trade Agreement (ACFTA), yang berlaku sejak 2015.

Selain itu, batu bara Indonesia pada porsi total impor Tiongkok juga meningkat, yang mana kualitas batu bara Rusia umumnya di kalori tinggi berbeda dengan batu bara dari Indonesia yang umumnya kualitas kalori menengah dan rendah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.