Pj Wali Kota Sebut Ini Penyebab Banjir di Serang
Senin, 08 Jan 2024, 00:11 WIBSerang - Pj Wali Kota Serang, Yedi Rahmat, di Serang, Banten, Minggu, mengatakan bahwa penyebab banjir yang terjadi di Kota Serang karena penyempitan drainase.
"Ternyata ada penyempitan saluran air," kata Yedi usai meninjau lokasi banjir di Jalan Samaun Bakri, Lingkungan Domba, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang dan Pasar Lama.
Menurut dia Yedi, pada saat intensitas hujan tinggi di beberapa titik wilayah di Kota Serang terjadi banjir setinggi lutut kaki orang dewasa.
Ke depan, pihaknya akan melakukan pembersihan selokan agar aliran air itu bisa normal kembali. "Nanti kita akan lakukan pembersihan selokan agar aliran ini kembali besar," ujarnya.
Kejadian banjir ini, lanjut Yedi, bukan hal yang pertama melainkan sudah sering terjadi saat intensitas hujan tinggi.
"Kejadian banjir ini sudah cukup lama, kasihan juga warga kami banyak yang terdampak meski airnya setinggi tumit. Jadi ke depan kami akan memperbaiki dari hulu hingga hilirnya agar tidak lagi terjadi banjir," tambahnya.
Yedimengaku telah memerintahkan kepada Dinas PUPR agar segera melakukan perbaikan drainase. Selain itu, untuk jangka panjang pihaknya juga akan melakukan pelebaran aliran air di wilayah terdampak banjir.
"Mungkin dari tim Dinas PUPR dan yang lainnya untuk segera mengatasi banjir ini, karena untuk masyarakat kita semua. Sedangkan untuk jangka panjang kita akan melakukan pelebaran aliran air di wilayah tersebut," katanya.
Berita Terkait:
-
No Open House di Rumah Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman Tegaskan Idul Fitri 1447 H Tetap Khidmat
-
Pascabanjir di wilayah Solo dan Sukoharjo
-
Inggris Lobi Arab Saudi Amankan Pasokan Minyak
-
Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Capai 1,48 Juta Unit per H-3 Lebaran
-
BPBD Situbondo Catat Ribuan Rumah Terdampak Banjir dan Angin Kencang
-
Banjir Rendam 12 RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta Barat
-
Akhiri Ketergantungan Impor, Swasembada Garam Dikejar 2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.