Pemerintah dan UNHCR Diminta Tuntaskan Masalah Pengungsi Rohingya
Minggu, 07 Jan 2024, 04:27 WIBMedan - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Baskami Ginting meminta kepada pemerintah pusat danUnited Nations High Commissioner for Refugees(UNHCR) agar menuntaskan permasalahan pengungsi Rohingya di wilayah ini.
"Kita serahkan ke pemerintah pusat dan UNHCR untuk menyelesaikan pengungsi Rohingya di Sumut, jangan sampai seperti di Aceh diusir, bagaimana pun ini ada unsur kemanusiaan," ucap Baskami di Medan, Sabtu.
Karena kata Baskami, ditakutkan akan ada gesekan antara pengungsi Rohingya dengan masyarakat setempat.
"Apalagi anggaran daerah tidak ada untuk para pengungsi, ditambah dengan masyarakat Sumut masih ada yang susah," tuturnya.
Untuk itu, kata Baskami perlunya ketegasan pemerintah dalam menyikapi kedatangan pengungsi Rohingya di kawasan pesisir timur Sumut tersebut.
Apalagi dia melihat ada dugaan kedatangan pengungsi Rohingya terjadi tindakan perdagangan orang (TPPO) yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab.
"Kami mencurigai itu, ada dugaan merekamenjadi korban penyeludupan maupun perdagangan manusia," ucapnya.
Dia menambahkan untuk itu aparat penegak hukum harus memperkuat penjagaan pada batas-batas wilayah, perairan di sekitar Sumut.
"Selain Rohingya, juga ada pengungsi lainnya dari negara-negara konflik seperti Afganistan, Irak, Suriah dan beberapa kali mereka mendatangi DPRD Sumut meminta kejelasan dari UNHCR untuk dapat masuk ke negara ketiga seperti Amerika, Selandia Baru, Australia dan Kanada," ucapnya.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan koordinasi dengan semua pemangku kebijakan terkait terutama dengan UNHCR.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung, di Medan, Jumat, mengatakan Pemprov Sumut mengadakan rapat koordinasi tentang penanganan pengungsi Rohingya dengan menghimpun informasi keberadaan pengungsi di Desa Kwala Besar, Pantai Camar Karang Gading, Deli Serdang.
"Kita telah menghimpun informasi dari semua instansi dan lembaga swadaya masyarakat, serta badan yang ditunjuk PBB seperti UNHCR. Pengungsi Rohingya ini sudah kurang lebih lima hari di sini, untuk penanganan kedaruratan sudah ada bantuan makanan dan lain-lain," ujar Basarin Yunus Tanjung.
Berdasarkan data UNHCR, jumlah pengungsi Rohingya yang mendarat di Kabupaten Deli Serdang berjumlah sebanyak 157 yang terdiri dari orang dewasa, anak-anak, bayi dan balita.
- Pengungsi Rohingya
- UNHCR
- Pemerintah
- Rohingya
- Pengungsi
- Tuntaskan
- United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
MPR RI Kaji Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila
-
BPK Beri Opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-19 Berturut-turut kepada Kota Tangerang
-
Gubernur Luthfi Gandeng MUI Jadi Cooling System Tangkal Hoaks dan Jaga Kondusivitas Jateng
-
Sulap Sampah Jadi Cuan! Kelurahan Pulau Untung Jawa Ubah Limbah Jadi Kompos dan Pupuk.
-
Kemenhub Siap Dorong Percepatan Pajak Nol Persen Suku Cadang Pesawat
-
PBB: Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas dalam Dua Kecelakaan Kapal di Lepas Pantai Myanmar
-
Bapanas Mencatat 7,7 Juta Ton CBP Disalurkan ke Masyarakat Selama 2023–2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.