Ketum PP Muhammadiyah Harap TNI dan Polri Harus Mampu Cegah Kekerasan dalam Pemilu
Minggu, 07 Jan 2024, 17:07 WIBYOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir berharap aparat Polri dan TNI dapat taat konstitusi dan melindungi seluruh warga negara Indonesia (WNI), khususnya mencegah terjadinya kekerasan dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
Dia mengatakan kekerasan akibat dari proses demokrasi maupun kampanye pemilu merupakan ranah hukum.
"Untuk itu, secara hukum dan formal regulasi sistem bernegara, kami harapkan aparat Polri dan TNI untuk betul-betul berdiri tegak di atas konstitusi dan melindungi seluruh warga bangsa, termasuk mencegah terjadinya kekerasan pemilu," kata Haedar Nashir di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Minggu (7/1).
Dia juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk bisa menahan diri dan menjalani kontes demokrasi dengan mengedepankan akal.
"Saya yakin masyarakat sudah bisa menjadi fungsi sosial kontrol bagi proses yang tidak baik," tambahnya.???????
Menurut dia, kekerasan dalam hal apa pun akan merugikan kehidupan berbangsa.???????
"Untuk itu, mari kita menahan diri dan mengedepankan akal dalam kontes," ujar Haedar Nashir.???????
Pernyataan Haedar tersebut untuk menyikapi kasus dugaan kekerasan terhadap relawan di Madura, Boyolali, dan Sleman, selama kampanye Pemilu 2024.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bukan Baterai Biasa, Peneliti ITS Kembangkan Baterai Kuantum BMSense yang Bikin Penasaran
-
Kawasan Industri Makin Padat, Pelindungan Pekerja Jadi Sorotan
-
Dampak Kabut Asap, Pemkot Pontianak Berlakukan Kembali Belajar di Rumah
-
Pria 61 Tahun Meninggal Akibat Penyakit Mpox di Spanyol
-
bahaya Kebakaran, Jalur Pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani Ditutup
-
Pakar UMY: Kenaikan Parliamentary Threshold Perlu Jaga Keterwakilan Suara
-
Data Center Jatiluhur Butuh Air 33 Juta Liter per Hari, PAM Jaya Diminta Waspada
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.