Sungai Meluap, Banjir hingga 2 Meter Rendam Rumah Warga di Tepuai Kalbar
Jumat, 05 Jan 2024, 10:28 WIBKAPUAS HULU - Bencana banjir yang terjadi di Desa Nanga Tepuai Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat merendam pemukiman penduduk dan ruas jalan nasional di daerah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan, kepada Antara, Jumat (5/1) pagi mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, yang mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan pemukiman penduduk terendam banjir, bahkan ruas jalan nasional penghubung ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak ke Putussibau ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu juga ikut terendam.
"Tidak ada korban jiwa, akan tetapi aktivitas masyarakat lumpuh, warga terjebak banjir dan membuat panggung dalam rumah, sedangkan transportasi darat di jalan nasional juga terdampak," kata Gunawan.
Ia menyebutkan berdasarkan data sementara saat ini terdapat 350 rumah warga terendam banjir dan 500 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 900 jiwa terdampak banjir.
Selain itu, fasilitas umum, seperti Kantor Camat, Posyandu, gedung SDN 01 Nanga Tepuai dan SMPN Tepuai serta fasilitas lainnya juga terendam banjir.
"Kami sudah menurunkan tim ke lokasi banjir untuk melakukan pendataan serta evakuasi bagi warga yang membutuhkan," jelasnya.
Selain itu, Camat Hulu Gurung, pihak Polsek Hulu Gurung dan Koramil Hulu Gurung juga melakukan monitoring pendataan serta mendatangi sejumlah rumah warga terdampak banjir.
Sampai saat ini, kedalaman air diperkirakan kurang lebih 80 centimeter hingga dua meter.
Menurut Gunawan, banjir disebabkan intensitas hujan tinggi yang mengakibatkan SungaiTepuai dan Sungai Embau di daerah tersebut meluap.
"Biasanya banjir di Tepuai tidak begitu lama, sebab itu banjir kiriman luapan sungai," katanya.
Meskipun demikian, Gunawan mengaku telah melakukan rapat untuk melakukan beberapa langkah penanganan bencana banjir.
Selain itu, dia mengimbau agar masyarakat selalu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, sebab curah hujan pada awal Tahun 2024 ini cukup tinggi.
"Tetap waspada, utamakan keselamatan, jika tidak memungkinkan untuk tinggal di rumah, segera mengungsi," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Walkot Farhan Wanti-wanti BPBD Bandung Akan Potensi Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau
-
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu
-
Musim Kemarau, Disdamkar Garut Imbau Warga Waspada Potensi Kebakaran Rumah dan Lahan
-
Winongo Naik Kelas, Yogyakarta Siapkan Festival Seni Budaya Jadi Agenda Tahunan
-
Teknologi Semakin Jadi Andalan Penataan Kota Jakarta
-
Kamis (11/6) Pagi Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian Turun
-
Hujan Dini Hari di Musim Kemarau Picu Banjir di Belasan Lokasi Surabaya, Armada Damkar Dikerahkan Sedot Genangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.