Target Enam Lifter Lolos Olimpiade

Kamis, 04 Jan 2024, 07:04 WIB

JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menargetkan enam lifter: tiga putra dan tiga putrid, lolos ke Olimpiade 2024. Hal itu diungkap pelatih tim angkat besi Indonesia, Dirja Wihardja. "Memang tidak mudah karena persaingan semakin ketat," ujar Dirja.

Tidak sekadar lolos olimpiade, PABSI juga berambisi mempertahankan tradisi medali. Tim angkat besi tidak pernah absen menyumbang medali untuk Indonesia sejak olimpiade 2000 Sydney sepanjang keikutsertaan sejak 1952.

Ket. Foto: Eko Yuli Irawan — Sumber: MOHD RASFAN / AFP

Di Olimpiade Tokyo, Indonesia meraih 1 perak dan 2 perunggu. Perak disumbang Eko Yuli Irawan. Sedangkan perunggu dari Windy Cantika dan Rahmat Erwin Abdullah.

Lifter Indonesia memiliki peluang di Olimpiade Paris 2024. Rahmat Erwin Abdulah dan kawan-kawan keluar sebagai juara umum. Mereka membawa pulang 5 emas, 2 perak dan 4 perunggu Sea Games Kamboja. Ada juga pemecahan rekor dunia. Hasil ini membuat PABSI optimistis menatap tahun 2024.

Sejauh ini, secara keseluruhan Indonesia sudah mengantongi lima tiket Olimpiade 2024. Lima wakil yang bakal tampil di Olimpiade adalah Arif Dwi Pangestu (panahan), Diananda Choirunisa (panahan), Rifda Irfanaluthfi (senam), Desak Made Rita (panjat tebing), dan Rahmad Adi Mulyono (panjat tebing).

Dengan adanya dua cabor yang sudah memastikan berlomba di Olimpiade 2024, maka kesempatan meraih emas juga ikut terbuka. Peluang menorehkan sejarah baru pun bisa terwujud.

Sepanjang sejarah keikutsertaan Olimpiade, Indonesia baru meraih emas dari cabor bulu tangkis. Medali emas perdana lahir di Olimpiade 1992 sebanyak dua keping melalui Susy Susanti (tunggal putri) dan Alan Budikusuma (tunggal putra).

Meski tradisi emas Olimpiade lekat dengan cabor bulu tangkis bukan tak mungkin ada medali emas yang bisa diraih oleh cabor lain untuk Olimpiade Paris ini. Panjat tebing, misalnya, untuk pertama kalinya memperebutkan medali berdasarkan nomor lomba.

Sebelumnya dalam debut Olimpiade 2020, panjat tebing menggunakan sistem combine atau gabungan dari nomor speed, boulder, dan lead. Dengan status Indonesia sebagai unggulan nomor speed, maka peluang untuk menyabet medali emas terbuka. Terlebih lagi, masih ada kesempatan bagi climber Indonesia, selain Desak dan Rahmad untuk memastikan tiket Olimpiade 2024. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.