Robot SLIM Jepang Berhasil Tiba di Orbit Bulan
Minggu, 31 Des 2023, 16:02 WIBSebuah pesawat ruang angkasa Jepang baru saja mengambil langkah besar di bulan. Pesawat pendaratan lunak robot SLIM Jepang tiba di orbit bulan pada 25 Desember seperti yang direncanakan.
Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency/JAXA) mengungkapkan, pesawat luar angkasa memasuki orbit bulan pada pukul 16.51 waktu Jepang.
"JAXA dengan senang hati mengumumkan bahwa Smart Lander for Investigating Moon (SLIM) berhasil dimasukkan ke orbit bulan pada pukul 16:51 pada tanggal 25 Desember 2023," tulis pejabat JAXA, dikutip dari Space, Kamis (28/12).
Pesawat ruang angkasa berada di orbit eliptik yang membutuhkan waktu 6,4 jam untuk mengelilingi bulan, datang dalam jarak 373 mil atau setara 600 kilometer dari permukaan bulan di titik terdekatnya dan mencapai 2.485 mil atau setara 4.000 km di tempat terjauh.
Langkah militer menjaga SLIM pada target untuk mencoba touchdown bulan pada 19 Januari. Sukses dalam upaya itu akan menjadi sejarah lantaran sejauh ini hanya empat negara, Uni Soviet, Amerika Serikat (AS), Tiongkok dan India yang telah mendaratkan pesawat lunak.
SLIM panjang 8,8 kaki atau sekitar 2,7 meter diluncurkan pada 6 September bersama dengan XRISM, sebuah teleskop ruang angkasa X-ray yang kuat. Kedua pesawat ruang angkasa Jepang dikerahkan ke orbit Bumi, dan XRISM tetap ada hari ini. Tetapi SLIM meninggalkan gravitasi planet kita dengan baik pada 30 September, memulai rute yang panjang, sirkuit dan hemat energi ke bulan.
Perjalanan itu berakhir hari, ketika SLIM memasukkan dirinya ke orbit bulan. Sonda sekarang akan mulai bersiap-siap untuk percobaan touchdownnya, di mana ia akan mencoba untuk hidup sesuai dengan nama panggilan "Moon Sniper". SLIM bertujuan untuk menyerang target zona pendaratan dengan akurasi 330 kaki (100 m) atau kurang, membuka jalan untuk upaya eksplorasi yang lebih ambisius di jalan.
Pejabat JAXA menyebut, SLIM adalah misi untuk mempelajari teknologi pendaratan titik-titik yang diperlukan untuk sonda bulan di masa depan dan memverifikasi ini di permukaan bulan dengan penyelidikan skala kecil.
"Dengan menciptakan lander SLIM, manusia akan membuat pergeseran kualitatif menuju dapat mendarat di mana kita inginkan dan tidak hanya di mana mudah mendarat, seperti yang terjadi sebelumnya," paparnya.
"Dengan mencapai ini, akan menjadi mungkin untuk mendarat di planet yang lebih kekurangan sumber daya daripada bulan," lanjutnya.
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, SLIM juga akan mendistribusikan dua miniprobe ke permukaan bulan setelah menyentuh. Pesawat anak-anak ini akan mengambil foto, membantu anggota tim misi memantau status SLIM dan menyediakan sistem komunikasi independen untuk komunikasi langsung dengan Bumi, menurut pejabat JAXA.
SLIM bukanlah pesawat ruang angkasa Jepang pertama yang mencapai orbit bulan. Penyelidikan Hiten telah melakukannya pada tahun 1990, diikuti oleh SELENE (Selenological and Engineering Explorer), juga dikenal sebagai Kaguya, pada tahun 2007.
Dan Hakuto-R, sebuah pendaratan yang dibangun oleh perusahaan yang berbasis di Tokyo ispace, tiba di orbit bulan pada bulan Maret lalu. Hakuto-R mencoba untuk menyentuh bulan sebulan kemudian tetapi jatuh setelah sensornya bingung oleh tepi sebuah kawah bulan.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Pipa Gas PT TGI Meledak di Inderagiri Hilir, 10 Orang Terluka
-
19-20 Desember Diprediksi Dishub DKI Puncak Arus Mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
-
Momen Haru di Tokyo, Donald Trump Janji Bantu Jepang Pulangkan Warganya yang Diculik Korea Utara
-
Stok Pulih, Harga BBM di SPBU BP Turun Mulai 1 November 2025
-
Ribuan Orang Ditangkap dalam Aksi Protes Nasional di Iran
-
Shai Gilgeous-Alexander dan Jalen Brunson Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik NBA Desember 2025
-
BP Tapera Cetak Rekor Penyaluran Rumah Subsidi 2025: Hampir 280 Ribu Unit Tersalur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.