Industri Kertas Penyumbang Emisi GRK Cukup Signifikan

Rabu, 27 Des 2023, 00:02 WIB

BEIJING - Sekelompok peneliti mengevaluasi emisi bersih gas rumah kaca (GRK) global dari industri kertas domestik di 30 negara besar, mulai tahun 1961 hingga 2019, dan menemukan perbedaan signifikan dalam hal tren dan struktur evolusi emisi historis di negara-negara tersebut.

Menurut studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature, industri pulp dan kertas merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca cukup signifikan.

Ket. Foto: Seorang pekerja pabrik kertas mengontrol mesin pemotong kertas di Golbey, Prancis, beberapa waktu lalu. Industri pulp dan kertas merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca cukup signifikan. — Sumber: FREDERICK FLORIN / AFP

Strategi spesifik per negara sangat penting bagi industri tersebut untuk mencapai emisi net zero pada tahun 2050 mendatang, mengingat heterogenitas yang sangat besar di negara-negara tersebut.

Seperti dikutip dari Antara, para peneliti dari Jurusan Ilmu dan Teknik Lingkungan Universitas Fudan bekerja sama dengan mitra internasional untuk menyiapkan kumpulan data emisi gas rumah kaca terkait industri kertas.

Tim peneliti tersebut mengusulkan strategi untuk mencapai emisi net zero pada tahun 2050, dengan mempertimbangkan kondisi lokal negara-negara tersebut.

Penelitian menunjukkan industri kertas global telah melepaskan 43,5 miliar ton karbon dioksida setara gas rumah kaca sejak tahun 1961 hingga 2019. Emisi bersih gas rumah kaca dari industri kertas secara global menunjukkan kecenderungan untuk meningkat terlebih dahulu, kemudian menurun atau menjadi stabil.

Semua negara diperkirakan mencapai emisi net zero untuk industri pulp dan kertas mereka pada tahun 2050, dengan satu langkah diterapkan di sebagian besar negara maju dan beberapa langkah diterapkan di sebagian besar negara berkembang.

Langkah Efektif

Hasil analisis skenario menunjukkan perbaikan struktur energi dan efisiensi energi merupakan langkah efektif untuk mengurangi emisi dan dapat mencapai pengurangan emisi rata-rata masing-masing sebesar 64 persen dan 41 persen di 30 negara yang diteliti.

Sebelumnya seperti dikutip dari Antara, mantan Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, mengatakan negara maju memiliki tanggung jawab besar dalam mengendalikan perubahan iklim karena mereka menyumbang sekitar 67 persen emisi gas rumah kaca global pada tahun 2023.

"Perubahan iklim terjadi karena emisi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia," ujarnya.

Negara maju yang memproduksi emisi gas rumah kaca terbesar adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Russia, dan Jepang. Negara-negara maju yang menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar memiliki tanggung jawab lebih, di antaranya menyediakan pendanaan iklim sebesar 100 miliar dollar AS.

Mereka telah menjanjikan pendanaan iklim tersebut, namun saat ini janji itu belum juga terealisasi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.