Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Repatriasi 3 Orang Utan Hasil Sitaan ke Indonesia

📅 Sabtu, 23 Des 2023, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Thailand Repatriasi 3 Orang Utan Hasil Sitaan ke Indonesia Doc: ANTARA/HO-KBRI Bangkok
Ket. Thailand melakukan repatriasi tiga orang utan sitaan ke habitat aslinya di Indonesia, di terminal kargo Bandara Suvarnabhumi, Samut Prakan, Thailand, Kamis (21/12/2023).

JAKARTA - Kedutaan Besar RI (KBRI) di Bangkok menyatakan bahwa Thailand melakukan repatriasi tiga orang utan sitaan ke habitat aslinya di Indonesia, Kamis (21/12), di terminal kargo Bandara Suvarnabhumi, Samut Prakan, Thailand.

Menurut keterangan tertulis KBRI Bangkok yang diterima di Jakarta, Kamis, Thailand melakukan repatriasi tiga orang utan sitaan tersebut atas permintaan Pemerintah Indonesia, sebagaimana diatur dalam Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Sebagai negara yang sudah meratifikasi CITES, Indonesia dan Thailand berkomitmen untuk melindungi serta memberantas penyelundupan dan perdagangan satwa spesies langka mereka.

Direktur Jenderal Konservasi Taman Nasional, Margasatwa, dan Tanaman, Attapon Charoenchansa selaku perwakilan Pemerintah Thailand, melakukan serah terima orang utan tersebut kepada Dubes Indonesia untuk Thailand Rachmat Budiman yang merupakan perwakilan Pemerintah Indonesia.

Rachmat Budiman menyampaikan bahwa repatriasi ini sekaligus mengirimkan pesan kepada para pelaku kriminal bahwa Indonesia dan Thailand berkomitmen untuk memburu pelaku dan memenuhi kewajiban baik berdasarkan hukum nasional masing-masing maupun dalam kerangka mekanisme internasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Taman Nasional, Margasatwa, dan Tanaman, Attapon Charoenchansa, menyampaikan bahwa repatriasi orang utan ke tempat kelahirannya kali ini akan mendorong tren konservasi sumber daya alam dan meningkatkan kerja sama di wilayah ASEAN.

Disebutkan bahwa nama dari ketiga orang utan tersebut adalah Nobita, jantan berusia tujuh tahun dengan berat 25,4 kg, Shizuka, betina berusia tujuh tahun dengan berat 19,75 kg, dan Brian, berusia lima tahun dengan berat 22,6 kg.

Tiga orang utan sitaan tersebut sebelumnya dirawat di Pusat Penyelamatan Margasatwa di Khao Prathubchang di Ratchaburi, Thailand, dan akan melaksanakan program karantina di Pusat Konservasi Sumber Daya Alam di Jambi, dan menjalani beberapa tahapan proses rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya.

Repatriasi tiga orang utan tersebut menggambarkan kolaborasi dan dukungan yang kuat dan saling bermanfaat antara Indonesia dan Thailand untuk memberantas kejahatan lintas negara, khususnya dalam hal pemberantasan penyelundupan dan perdagangan satwa liar.

Sejak tahun 2006, sebanyak 74 orang utan sitaan, termasuk Nobita, Shizuka dan Brian, telah direpatriasi dari Thailand ke Indonesia dan beberapa diantaranya telah dilepas??????liarkan ke habitat mereka di Kalimantan dan Sumatra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.