DNA Gurita Ungkap Pencairan Lapisan Es Antartika Terjadi Lebih Cepat

Sabtu, 23 Des 2023, 00:00 WIB

WASHINGTON - Para ilmuwan yang menyelidiki bagaimana lapisan es Antartika menyusut di masa lalu, baru-baru ini telah beralih ke pendekatan inovatif yaitu mempelajari gen gurita yang hidup di perairan dingin.

Dikutip dariThe Straits Times, sebuah analisis yang diterbitkan pada Kamis (21/12), di Science, menemukan populasi makhluk laut berkaki delapan yang terisolasi secara geografis itu kawin bebas sekitar 125.000 tahun yang lalu, menandakan adanya koridor bebas es pada periode ketika suhu global sama dengan saat ini.

Ket. Foto: Para ilmuwan yang menyelidiki bagaimana lapisan es Antartika tumbuh dan menyusut di masa lalu telah beralih ke pendekatan inovatif. — Sumber: ISTIMEWA

"Temuan ini menunjukkan Lapisan Es Antartika Barat (West Antarctic Ice Sheet/Wais) semakin dekat dengan keruntuhan dibandingkan perkiraan sebelumnya, mengancam kenaikan permukaan air laut sebesar 3,3 hingga 5 meter dalam jangka panjang jika dunia tidak mampu menahan pemanasan yang disebabkan oleh aktivitas manusia pada target Perjanjian Paris 1,5 derajat Celsius," kata penulisnya.

"Saya memahami dan kemudian menerapkan DNA dan biologi sebagai proksi perubahan di Antartika di masa lalu," kata penulis utama studi, Sally Lau, ahli biologi evolusi yang berfokus pada invertebrata laut dari Universitas James Cook di Australia.

Menurutnya, gurita turquet menjadi kandidat ideal untuk mempelajari Wais, karena spesies ini ditemukan di seluruh benua dan informasi mendasar tentangnya telah terjawab oleh ilmu pengetahuan, seperti umurnya yang mencapai 12 tahun, dan fakta bahwa ia muncul sekitar empat juta tahun yang lalu.

Dengan panjang sekitar 15 sentimeter tidak termasuk lengan dan berat sekitar 600 gram, gurita ini bertelur relatif sedikit, namun besar di dasar laut. Ini berarti orang tua gurita harus berupaya keras untuk memastikan anak mereka menetas, sebuah gaya hidup yang mencegah mereka bepergian terlalu jauh.

"Mereka juga dibatasi oleh arus laut melingkar atau pusaran air di beberapa habitat modern mereka," katanya.

Penangkapan Ikan

Dengan mengurutkan DNA di seluruh genom dari 96 sampel yang umumnya dikumpulkan secara tidak sengaja sebagai tangkapan sampingan penangkapan ikan dan kemudian ditinggalkan di penyimpanan museum selama 33 tahun, Lau dan rekannya menemukan bukti adanya jalur laut trans-Barat Antartika yang pernah menghubungkan Weddell, Amundsen, dan laut Ross.

Sejarah pencampuran genetik menunjukkan Wais runtuh pada dua titik yang berbeda, pertama pada pertengahan Pliosen, 3 juta hingga 3,5 juta tahun yang lalu, yang sudah diyakini oleh para ilmuwan. Yang terakhir pada periode yang disebut Interglasial Terakhir, suatu periode hangat dari 129.000 hingga 116.000 tahun yang lalu.

"Ini adalah terakhir kalinya suhu bumi menjadi 1,5 derajat Celsius lebih hangat dibandingkan suhu pada masa pra-industri," kata Lau.

Aktivitas manusia, lanjutnya, terutama pembakaran bahan bakar fosil, sejauh ini telah meningkatkan suhu global sebesar 1,2 derajat Celsius, dibandingkan dengan akhir tahun 1700-an.

Ada beberapa penelitian sebelum makalah Science baru yang juga menunjukkan Wais runtuh beberapa waktu di masa lalu, tetapi penelitian tersebut masih jauh dari konklusif karena resolusi data genetik dan geologi yang relatif lebih rendah.

"Studi ini memberikan bukti empiris yang menunjukkan Wais runtuh ketika suhu rata-rata global sama dengan suhu saat ini, menunjukkan titik kritis keruntuhan Wais di masa depan sudah dekat," tulis para penulis.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.