PBB: Rakyat Butuh Bantuan Kemanusiaan

Rabu, 20 Des 2023, 02:35 WIB

NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (18/12) memperingatkan bahwa sepertiga penduduk Myanmar atau lebih dari 18 juta orang, kini membutuhkan bantuan kemanusiaan. Peringatan PBB itu dilontarkan saat meminta sumbangan sebesar satu miliar dollar AS pada tahun depan untuk mengatasi kebutuhan tersebut.

Situasi kemanusiaan di negara Asia tenggara ini telah memburuk sejak kudeta di sana hampir tiga tahun lalu, kata badan global tersebut.

Ket. Foto: Koordinator Kemanusiaan Sementara PBB untuk Myanmar, Marcoluigi Corsi — Sumber: istimewa

"Myanmar berada di titik terjal pada tahun 2024 dengan krisis kemanusiaan yang semakin parah sejak pengambilalihan militer pada Februari 2021 dengan penduduk sipil yang kini hidup dalam ketakutan," kata sebuah laporan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) yang diterbitkan Senin.

Sejumlah 18,6 juta orang yang saat ini membutuhkan bantuan kemanusiaan meningkat satu juta dibandingkan tahun lalu dan 19 kali lebih banyak dibandingkan 2020.

"Anak-anak menanggung beban terbesar dari krisis ini, dimana 6 juta anak-anak membutuhkan bantuan sebagai akibat dari pengungsian, terganggunya layanan kesehatan dan pendidikan, kerawanan pangan dan malnutrisi, serta risiko perlindungan termasuk perekrutan paksa dan tekanan mental," ungkap Marcoluigi Corsi, Koordinator Kemanusiaan Sementara PBB untuk Myanmar.

"Yang semakin memperburuk situasi adalah konflik dan kekerasan diperkirakan akan memburuk pada tahun 2024," kata laporan itu.

"Kita tidak bisa membiarkan terulangnya kekurangan dana yang terjadi pada tahun 2023, ketika hanya 29 persen dari dana yang dibutuhkan terpenuhi," kata Corsi, seraya menyebutkan bahwa sekitar 1,9 juta orang yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan pada tahun 2023 tidak terjangkau.

"Jutaan nyawa dipertaruhkan dan kita semua harus melakukan segala yang kita bisa untuk mencegah Myanmar menjadi keadaan darurat yang terlupakan, meskipun sebagian besar program bantuan internasional PBB masih kekurangan dana," imbuh dia. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.