- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jet Pribadi Elon Musk Mela...
Jet Pribadi Elon Musk Melakukan Hampir 500 Penerbangan Tahun Ini
Senin, 18 Des 2023, 16:23 WIBLOS ANGELES - Tidak mudah menjalankan enam perusahaan, namun dengan armada jet pribadi tentu saja akan terbantu.
Sejak mengambil alih Twitter (sekarang X) akhir tahun lalu, tokoh bisnis dari Amerika Serikat, Elon Musk telah membagi waktunya antara Texas dan California, rela tidur di pabrik Tesla, dan jet pribadinya menunjukkan jarak tempuh yang cukup jauh.
Menurut situs pelacakan pesawat, JetSpy, pekan lalu, pesawat pribadi Musk yang bernilai lebih dari 100 juta dolar AS, telah mengudara sebanyak 441 kali tahun ini.
Dikutip dari Bussines Insider, Musk saat ini memiliki dua jet pribadi Gulfstream: G650ER, terdaftar N628TS, dan G550, terdaftar N272BG.
"G550 kedua dengan nomor ekor N502SX didaftarkan ke SpaceX pada September 2021, yang telah terbang sekitar 630 jam dalam 246 penerbangan per 14 Desember, dan dapat digunakan untuk menerbangkan personel perusahaan" kata JetSpy.
Untuk keperluan artikel ini, G550 kedua tidak termasuk dalam total penerbangan miliarder tersebut karena jet tersebut tidak terdaftar pada Musk.
Selain dua pesawat pribadi, Musk juga dilaporkan memesan Gulfstream G700 yang baru saja diluncurkan, dan pernah memiliki Dassault Falcon 900B.
G650ER, yang diakuisisi Musk pada tahun 2016, adalah pesawat dengan jangkauan terjauh dalam koleksinya dan memungkinkan miliarder tersebut terbang sejauh 8.600 mil tanpa henti. Jet Gulfstream yang lebih besar seperti milik Musks biasanya dilengkapi dengan kamar tidur.
"Pada tahun 2023, pesawat tersebut terbang selama lebih dari 1.161 jam, setara dengan lebih dari 48 hari waktu yang dihabiskan di udara," bunyi data JetSpy.
JetSpy mengumpulkan informasi penerbangannya menggunakan data ADS-B yang dikirimkan dari beberapa vendor dan jaringan.
ADS-B adalah teknologi pengawasan publik yang menyiarkan informasi seperti lokasi GPS dan ketinggian dari satu pesawat ke pesawat lainnya dan ke bandara. Teknologi ini menjadi berita utama tahun lalu ketika mahasiswa Jack Sweeney menggunakannya untuk menyiarkan data penerbangan Musk di media sosial.
Sejak saat itu, miliarder tersebut berupaya menyembunyikan informasi penerbangannya menggunakan program yang disiapkan oleh Federal Aviation Administration, namun tidak berhasil. Para pemerhati penerbangan terus melacak perjalanan Musk menggunakan jaringan ADS-B
Tidak ada cara untuk mengetahui penumpang jet untuk penerbangan mana pun. Meskipun Musk terlihat menaiki jet yang berbeda pada berbagai kesempatan dan pola penerbangan pesawat tersebut terkadang berhubungan dengan kunjungan publik Musk ke acara seperti peluncuran SpaceX, atau pertemuan dengan pejabat asing.
Pada tahun 2023, rata-rata penerbangan dua pesawat Musk hanya memakan waktu dua setengah jam, serupa dengan waktu yang dibutuhkan sebuah pesawat untuk terbang dari Hawthorne California (tempat SpaceX berkantor pusat) ke Brownsville, Texas (lokasi peluncuran SpaceX dan negara bagian), tempat Musk memindahkan kantor pusat Tesla).
Untuk G650 Musk, paling sering digunkan menuju Austin, Texas, serta bandara di Oakland dan San Jose, California. Pesawat pribadi telah melakukan 166 penerbangan tahun ini.
Sementara itu, Gulfstream G550 milik Musk dengan nomor ekor N2727BG telah melakukan 275 penerbangan pada 14 Desember,. Pesawat tersebut sering mengunjungi bandara di Hawthorne dan Los Angeles, California, serta Bandara Internasional Brownsville South Padre Island dekat lokasi peluncuran SpaceX.
Di masa lalu, Sweeney, yang melacak jet pribadi Musk, mengatakan pola penerbangan yang biasa dilakukan miliarder itu bisa menjadi petunjuk pasti untuk mengidentifikasi pesawatnya, bahkan ketika ia mencoba mengaburkan data penerbangannya.
Penerbangan terpanjang yang dilakukan salah satu jet Musk pada tahun 2023 adalah penerbangan hampir 13 jam ke Tokyo pada bulan Agustus. Musk, pacarnya Grimes, dan putra mereka yang berusia tiga tahun, X, terlihat di Tokyo pada saat itu.
Jet miliarder itu juga melakukan beberapa penerbangan internasional lainnya. Baru-baru ini, jet Musk mengunjungi Israel pada bulan November. Miliarder itu bertemu dengan para pemimpin asing dan mengunjungi kibbutz yang diserang Hamas.
Penerbangan terpendek pesawat tersebut adalah lima menit dan data menunjukkan bahwa jet tersebut tetap berada di Bandara Long Beach. Pergerakan tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh pilot yang mengubah posisi pesawat.
Jet Musk juga melakukan penerbangan sekitar 11 hingga 15 menit antara bandara di Hawthorne dan Los Angeles pada musim semi. Bandara-bandara ini terletak kurang dari 10 mil satu sama lain.
"Jet-jet milik miliarder tersebut diperkirakan telah mengeluarkan 5.159 metrik ton CO2 selama setahun terakhir," kata JetSpy.
Sebaliknya, rata-rata orang di AS menghasilkan sekitar 16 ton karbon dioksida per tahun, menurut University Corporation for Atmospheric Research.
Terlebih lagi, jet tersebut mengkonsumsi 538.957 galon bahan bakar pada tahun 2023, yang berarti dibutuhkan biaya lebih dari 3,2 juta dolar AS untuk bahan bakar pesawat tahun ini.
Secara keseluruhan, jet Musk tampaknya terbang lebih sedikit tahun ini dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2022, pesawatnya mengudara sebanyak 739 kali dengan total 1.865 jam penerbangan.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Konferensi Rahasia Para Raja Dunia! Ratusan Jet Miliarder Serbu Lembah Sun Valley, Bahas Apa?
-
Bursa RI Menggeliat, IHSG Naik 83 Poin Gara-Gara Sinyal The Fed
-
AS Sita Kapal Tanker Berbendera Russia, Menyebutnya "Armada Bayangan" terkait Minyak Venezuela
-
Trump Naikkan Biaya Visa Pekerja H-1B Jadi Rp1,6 Miliar per Tahun
-
Duaarr, Roket SpaceX Meledak di Landasan Peluncuran
-
Pameran D'Commentry Bentengan di MuBi
-
Pilot Project ISWMP, Ubah Perilaku Warga Gianyar dalam Pengelolaan Sampah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.