Masyarakat di DIY Diminta Hindari Aksi Borong Bahan Pokok

Jumat, 15 Des 2023, 00:27 WIB

Yogyakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta Beny Suharsono meminta masyarakat tidak melakukan "panic buying" atau aksi borong komoditas pokok karena panik menjelang libur akhir tahun.

"Jangan sampai terjadi 'panic buying', ramai-ramai kemudian kita borong. Hal itu akan mempengaruhi tingkat inflasi," kata Beny Suharsono, di Yogyakarta, Kamis.

Beny menuturkan kategori aman dan sangat aman itu apabila konsumsinya sesuai dengan kebutuhan, bukan sesuai dengan keinginan.

"Saya sampaikan bahwa pasokan untuk komoditas pangan DIY menjelang hari besar keagamaan nasional natal dan sampai tahun baru dalam kondisi tidak hanya aman, tapi sangat aman," kata dia.

Beny menuturkan memang terjadi perbedaan harga pada beberapa komoditas pangan pokok antara kabupaten dan kota se-DIY, namun perbedaan harga tersebut tidak begitu ekstrem atau tajam.

"Kemudian terjadi sedikit (kenaikan) volume permintaan, namun (pasokan) masih stabil pada tataran di distributor. Jadi antara distributor dan supplier itu (pasokan) masih terjaga. Sehingga berikutnya, yang kita lakukan adalah komunikasi koordinasi lintas wilayah untuk menjaga pasokan," ujarBeny.

Terkait komoditas cabai, disebutkan Beny, harga komoditas tersebut masih relatif tinggi apabila dibandingkan dengan harga komoditas pangan pokok lain yang relatif terkendali.

Selain dikarenakan musim kemarau panjang pada tahun ini, dia menilai kebiasaan pola tanam komoditas cabai yang dilakukan secara serentak membuat DIY kesulitan menyediakan pasokan komoditas itu secara berkelanjutan, sehingga kurangnya pasokan komoditas cabai membuat harga komoditas tersebut menjadi relatif cukup tinggi.

"Kebiasaan kita menanamnya bareng-bareng sehingga panen itu bersama-sama, raya. Jadi suplai yang diciptakan itu tidak bisa terbendung oleh kita," kata Beny.

Sebagai upaya untuk menjaga pasokan komoditas cabai, Beny mengatakan bahwa di Kabupaten Sleman, Bank Indonesia (BI) telah menggulirkan program lelang cabai.

"Sekali lagi jangan sampai terjadi 'panic buying', borong ramai-ramai. Karena stoknya tersedia dan itu aman. Itu nanti terjaga oleh kita dibantu oleh Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Kemudian distribusi di lapangan dibantu oleh Dinas Perhubungan," kataBeny.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.