Indonesia Timur Rawan Pangan

Jumat, 15 Des 2023, 09:14 WIB

JAKARTA - Daerah Indonesia Timur bersama daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dan kawasan kepulauan menjadi wilayah yang teridentifikasi rentan pangan. Faktor penyebabnya meliputi produksi pangan yang cenderung lebih rendah dibandingkan kebutuhan serta prevalensi balita stunting yang masih tinggi.

Demikian hasil temuan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) 2023.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

"Masih adanya keterbatasan akses air bersih serta tingginya persentase penduduk yang hidup dalam kondisi kemiskinan juga menjadi pendorong utama," ucap Deputi bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Nyoto Suwignyo, di Jakarta, Kamis (14/12).

FSVA, papar dia, telah menjadi bagian dari upaya transformasi sebagai sarana penyediaan data dan informasi seputar kondisi terkini pangan dan gizi di Indonesia. Hal ini akan terintegrasi dalam mendukung pelaksanaan peran Bapanas sebagai motor utama dalam mewujudkan peningkatan ketahanan pangan dan gizi yang berkelanjutan.

"Kita terus berupaya mengakhiri kelaparan, mengentaskan kemiskinan, dan mencapai ketahanan pangan berkelanjutan sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)," ucap Nyoto.

Daerah rentan pangan, katanya, sudah mulai berkurang. Pada FSVA 2022 misalnya terdapat 74 kabupaten/ kota teridentifikasi sebagai daerah rentan rawan pangan atau prioritas 1-3. Kemudian, FSVA pada tahun ini terjadi perubahan yang membaik berupa penurunan jumlah menjadi 68 kabupaten/kota daerah rentan rawan pangan.

Selain adanya identifikasi penurunan jumlah daerah rentan rawan pangan atau prioritas 1-3, FSVA 2023 yang disusun NFA bersama tim ahli lintas kementerian/lembaga juga mengidentifikasi adanya kenaikan jumlah daerah tahan pangan atau prioritas 4-6 menjadi 446 kabupaten/kota, di mana sebelumnya pada FSVA 2022 terdapat 440 kabupaten/kota yang termasuk daerah tahan pangan.

Tercapainya penurunan tingkat kerentanan rawan pangan pada 2023 disebut Nyoto merupakan buah kerja keras semua stakeholder pangan selama setahun ke belakang untuk secara konsisten mendukung Aksi Kesiapsiagaan Krisis Pangan yang dilakukan Bapanas melalui sejumlah program yang secara langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Di antaranya bantuan pangan dalam rangka intervensi pengendalian kerawanan pangan yang menyasar ke 22 kabupaten/kota berbasis FSVA dan Prevalence of Undernourishment (PoU), penyaluran bantuan pangan beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Lalu, kita laksanakan juga bantuan penanganan stunting berupa telur dan daging ayam untuk Keluarga Risiko Stunting (KRS)," sambungnya.

Cegah Krisis

Sementara itu, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, mengungkapkan pentingnya FSVA dalam memitigasi krisis pangan. FSVA disusun menggunakan indikator yang mewakili tiga aspek, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.

"Kalau tiga aspek tadi bisa bersama-sama kita kontrol dengan baik, saya yakin Indonesia akan jauh dari krisis pangan, kemiskinan dan kelaparan bisa ditekan, Indonesia akan mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan," kata Arief.

Kepala Satuan Tugas Pangan Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf, mengatakan krisis pangan menjadi ancaman serius karena menyangkut kebutuhan dasar. "Meski demikian, kita sudah punya strategi bagaimana mempersiapkan krisis pangan berbekal FSVA karena pada akhirnya yang kita tuju adalah sustainable development, bagaimana kita mempersiapkan keberlangsungan pembangunan sampai pada 2030, sebelum kita menginjak Generasi Emas 2045," tandasnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.