Terus Digencarkan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan di Belitung Timur
Rabu, 13 Des 2023, 00:15 WIBManggar - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus mengkampanyekan gerakan memasyarakatkan makan ikan (gemarikan), untuk mencegah kejadian stunting.
"Tahun ini tema kampanye gemarikan memadukan pola konsumsi ikan untuk menurunkan angka stunting," kata Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar saat menghadiri kampanye gemari di Manggar, Selasa.
Pemkab Belitung mengangkat tema "ragam kreasi masakan olahan ikan untuk menyehatkan dan mencerdaskan generasi bangsa, menurunkan angka stunting, menuju masyarakat Belitung Timur yang Sejahtera.
"Tema ini diangkat karena karena nutrisi yang terkandung dalam ikan dapat membantu pertumbuhan anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan cerdas," kata Khairil Anwar.
Ia mengatakan tema yang diangkat sesuai komitmen Pemkab Belitung Timur untuk menurunkan angka stunting sekaligus menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera.
"Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi, asam lemak omega-3 dan berbagai nutrisi penting lainnya yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan perkembangan otak, terutama pada anak-anak," ujar Khairil.
Khairil yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Belitung Timur mengatakan masyarakat sudah sangat terbiasa dengan konsumsi ikan.
Namun yang menjadi penekanannya adalah bagaimana mengajak masyarakat untuk terbiasa mengkonsumsi ikan air tawar. Mengingat selama ini cukup banyak yang enggan untuk makan ikan air tawar.
"Jadi ada kekhawatiran bau lumpur atau dagingnya kurang enak, kurang bergizi. Padahal sekarang tidak lagi, ikan air tawar juga enak dan gizinya tak kalah dengan ikan laut," katanya.
Menurutnya dalam 100 gram ikan nila, terdapat sekitar 128 kalori, 0 gram karbohidrat, 26 gram protein, 3 gram lemak, serta sejumlah vitamin B3, B12, kalium, fosfor, serta selenium.
"Apalagi sekarang budi daya ikan air tawar sudah cukup menjamur, sehingga di saat harga ikan laut tinggi masyarakat bisa beralih ke ikan air tawar," ujarnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Makam Kekaisaran Xixia Masuk Situs Warisan Dunia UNESCO
-
CPPETINDO Ajak Masyarakat Tandatangani Petisi Hentikan Perdagangan Daging Anjing
-
Perubahan Pola Operasi Commuter Line Rangkasbitung di Stasiun Tanah Abang Mulai 29 Juni 2025
-
Pembalakan Liar Dominasi Hasil Operasi Gakkum KLHK di Sulawesi: Fakta dan Dampaknya
-
KKP Segera Revitalisasi Tambak Seluas 78.550 Hektare
-
Pemerintah Australia Laporkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Capai 1,4 Persen
-
Chatime Luncurkan Charm the World Series, Pelanggan Bisa Berburu Charm Eksklusif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.