• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dikenal Eropa Saat Invasi...

Dikenal Eropa Saat Invasi Mongol

Rabu, 06 Des 2023, 06:25 WIB

Sejak roket ditemukan pertama kali pada awal abad ketiga selama periode Tiga Kerajaan antara tahun 220 hingga 280, roket terus mengalami perkembangan. Pada masa Dinasti Ming (yang berkuasa antara 1368 hingga 1644), bahkan telah dikembangkan roket bersayap.

Para ahli senjata di akhir Dinasti Ming juga menemukan roket dengan sayap berbentuk bola yang diisi bubuk mesiu. Sumbu digunakan untuk menghubungkan bubuk yang mendorong roket ke depan dengan bubuk mesiu yang ada di dalam bola tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Ketika roket mencapai musuh, akan meledak dan menimbulkan lebih banyak kerusakan. Roket ini kala itu merupakan senjata yang sangat berguna dalam menyerang kota. Teknologi misil saat ini menggunakan prinsip dasar yang persis sama dengan roket bersayap yang diisi bubuk.

Pada akhir Dinasti Ming, roket dengan dorongan ganda atauboosterjuga diproduksi. Di bagian belakang roket, ditambah empat penguat berbahan mesiu. Kedua ciri ini mirip dengan ciri dasar roket masa kini, untuk menjangkau jarak yang lebih tinggi atau lebih jauh.

Saat itu, roket itu bisa terbang beberapa mil di atas air. Terlebih lagi, tiga jenis roket lain denganboosterganda juga ditemukan yang sangat menginspirasi penelitian dan pengembangan roket modern.

Pada masa Dinasti Ming, roket tidak hanya digunakan dalam wilayah militer. Ada yang menggambarkan upaya seorang laki-laki untuk terbang bersamaan dengan roket. Sarjana Wan Hu pada Dinasti Ming, yang dianggap sebagai pencetus roket berawak, adalah pelopor dalam melakukan eksperimen yang bertujuan membawa manusia ke luar angkasa.

Berdasarkan penelitiannya tentang daya dorong yang dihasilkan oleh roket, ia membuat sebuah kursi dengan 47 roket. Jumlah itu merupakan jumlah maksimal yang dapat diikatkan pada kursinya. Lalu dia mengikat dirinya ke kursi, dan memegang dua layang-layang besar di masing-masing tangannya.

Kemudian dia meminta asistennya untuk menembakkan sumbu 47 roket tersebut secara bersamaan, dengan harapan bisa terbang di angkasa dengan tenaga dorong dari roket dan layang-layang tersebut. Sayangnya usaha yang dilakukan Wang Hu gagal.

Meski gagal, Wan Hu diakui secara universal sebagai orang pertama yang mencoba terbang ke luar angkasa dengan bantuan roket. Untuk mengenang Wan, salah satu kawah bulan di belakang bulan dinamai menurut namanya.

Sekitar akhir abad ke-13 dan awal abad ke-14, penemuan bubuk mesiu dan roket Tiongkok menyebar ke India, Arab, dan selanjutnya, Eropa. Roket sampai ke Eropa ketika terjadi invasi bangsa Mongol di Tiongkok utara pada abad ke-13. Mereka mempekerjakan pada ahli peroketan Tiongkok sebagai tentara bayaran.

Dengan pengembangan dan penerapan selama berabad-abad, peroketan mulai digunakan untuk eksplorasi luar angkasa setelah Perang Dunia II. Namun terlepas dari kenyataan bahwa bubuk mesiu dan roket pertama kali ditemukan di Tiongkok, peroketan kuno gagal berkembang.

Kegagalan perkembangan peroketan seperti sekarang menurutChina Culture karena pengabaian yang lama terhadap sains dan teknologi. Bahan bakar roket hanya berupa bubuk mesiu saja, sehingga kemampuan roket hanya sebatas seperti pada kembang api saja selama berabad-abad. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.