Bansos Tak Efektif Tekan Kemiskinan Ekstrem

Kamis, 30 Nov 2023, 08:42 WIB

JAKARTA - Bantuan Sosial (Bansos) dinilai tak efektif menekan angka kemiskinan ekstrem lantaran tak berpengaruh terhadap perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat. Bansos dikhawatirkan justru mendorong peningkatan belanja nonporduktif sehingga tak mempunyai daya ungkit bagi kinerja perekonomian nasional.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mengatakan kesenjangan sosial di Indonesia sangat memprihatinkan. Ketimpangan Pengeluaran menurut Badan Pusat Statistik (BPS) naik dari 0,381 pada September 2022 menjadi 0,388 pada Maret 2023.

Ket. Foto: DISTRIBUSI BERAS - Proses pendistribusian beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Bulog Cabang Bandung di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/11). Kementerian Keuangan menyiapkan anggaran 18,57 triliun rupiah untuk bantuan sosial (bansos) beras hingga Desember 2023. — Sumber: ANTARA/RUBBY JOVAN

Namun kalau berdasarkan pendapatan, ketimpangan pada 2022 bisa mencapai lebih dari 0,6 sehingga kondisi tersebut rentan terhadap konflik sosial. Dia menjelaskan indeks gini lebih besar dari 0,5 berarti distribusi pendapatan sangat buruk.

"Kalau lebih besar dari 0,6, tinggal menunggu waktu terjadi revolusi sosial," ungkapnya saat dihubungi Koran Jakarta, Rabu (29/11).

Bansos tidak mengubah orang dari miskin menjadi sejahtera. Dia menganalogikan dari pendapatan 250 ribu rupiah sebulan, kemudian mendapat bansos 150 ribu rupiah sebulan sehingga totalnya menjadi 400 ribu rupiah sebulan. Pendapatan tersebut, tegasnya, tetap termasuk penduduk miskin.

"Bulan depan begitu lagi. Jadi, dalam hal ini, Bansos tidak mengurangi penduduk miskin. Begitu seterusnya. Maka itu, bansos tidak pengaruh pada jumlah rakyat miskin," ujar Anthony.

Berikan Bantuan

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI, My Esti Wijayanti, merespons tingginya angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menembus 14 ribu jiwa. Angka tersebut mencapai 16,39 persen dari total penduduk atau jauh di atas rata-rata nasional.

"Kemiskinan ekstrem itu nanti kan kita akan pilah, sehingga yang masih bisa didampingi untuk produktif tidak hanya mendapatkan bantuan PKH ataupun BPNT, tetapi ada dukungan untuk usaha. Karena target pemerintah pusat memang ekonomi ekstrem ini beberapa tahun ke depan harus nol sehingga yang di bawah ini yang harus kita berikan bantuan, tentu tidak boleh hanya memberikan ikannya saja, tetapi juga kailnya," ujar My Esti dikutip dari laman resmi DPR RI saat meninjau di Kulon Progo, Selasa (28/11).

Seperti diketahui, seseorang dapat dikategorikan masuk dalam kemiskinan ekstrem apabila pengeluaran di bawah 10.739 rupiah per orang per hari atau setara 322.170 rupiah per orang per bulan. Sesuai dengan rilis dari BPS pada 16 November 2023 angka kemiskinan di Kulon Progo sebesar 15,64 atau mengalami penurunan 0,75 persen dari tahun 2022 sebesar 16,39.

My Esti menyampaikan masih terdapat angka kemiskinan ekstrem dan tingkat kemiskinan tinggi di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, My Esti menjelaskan pengawasan dilakukan agar program-program yang disusun di pusat dapat mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi dan sosial di tengah masyarakat.

10

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.