Pemerintah Diminta Serius Mencari Pasar Alternatif Produk Ekspor

Rabu, 29 Nov 2023, 00:03 WIB

JAKARTA - Kekhawatiran akan turunnya penerimaan devisa dari ekspor seharusnya menjadi momentum untuk menciptakan pasar alternatif baru agar mengurangi kebergantungan pada negara-negara tujuan tradisional, seperti Tiongkok, Amerika Serikat (AS), Singapura, dan Eropa.

Pemerintah jangan kembali mengulang wacana menciptakan pasar alternatif baru, ketika negara-negara tujuan utama seperti Tiongkok ekonominya lesu. Setelah khawatir ekspor bisa terdampak, biasanya pemerintah buru-buru mengeluarkan statemen tersebut.

Ket. Foto: Pemerintah bisa mendorong kegiatan ekspor dilakukan ke negara-negara tujuan baru seperti India, negara-negara Asean, Afrika, dan Amerika Latin untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor Indonesia. — Sumber: ISTIMEWA

Dalam praktiknya, apa yang digagas tersebut tidak pernah jalan, yang pada akhirnya tetap menunggu mitra dagang utama pulih, kemudian ekspor kembali naik.

Pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, yang diminta pendapatnya dari Jakarta, Selasa (28/11), mengatakan ekspansi produk ekspor Indonesia ke destinasi baru harus dilakukan selain karena permintaan lesu dari negara tujuan utama, juga banyaknya barrier (hambatan perdagangan) dari negara-negara tujuan ekspor sebelumnya, baik itu tarif maupun nontarif.

Dia pun menyarankan agar pemerintah lebih akseleratif lagi menyasar pasar baru dengan memanfaatkan forum-forum multilateral dan pendekatan bilateral.

Pemerintah bisa mendorong kegiatan ekspor dilakukan ke negara-negara tujuan baru seperti India, negara-negara Asean, Afrika, dan Amerika Latin untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor Indonesia.

Diakses Eksportir

Saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, mengatakan salah satu arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Ekspor Nasional yang dibentuk pada September lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2023 adalah melakukan substitusi ekspor.

"Arahan Presiden kepada Satgas Peningkatan Ekspor adalah melakukan substitusi negara-negara utama tujuan ekspor dengan menggarap pasar-pasar baru, pasar nontradisional, seperti India, Asean, Afrika, dan Amerika Latin," kata Zulkifli seperti dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, dia mengatakan Satgas Peningkatan Ekspor Nasional juga ditugaskan untuk mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan Comprehensive Economic Partnership Agreement, khususnya IEU-CEPA.

Untuk meningkatkan ekspor, pemerintah juga mendorong peningkatan daya saing, pengidentifikasian, serta pemetaan potensi produk-produk ekspor di Indonesia.

"Informasi mengenai peluang pasar harus betul dapat diakses eksportir Indonesia dan pastikan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) serta para atase perdagangan untuk digerakkan karena peran mereka sangat penting," tambah Mendag.

Dalam kesempatan itu, dia memaparkan total nilai ekspor Indonesia periode Januari-Oktober 2023 tercatat sebesar 214,41 miliar dollar AS atau turun 12 persen dari periode yang sama pada tahun lalu yaitu 244,06 miliar dollar AS.

Secara kumulatif, tercatat nilai ekspor nonmigas selama periode Januari-Oktober 2023 mencapai 201,2 miliar dollar AS.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.