Setelah Menanti 47 Tahun, Italia Juara Piala Davis
Senin, 27 Nov 2023, 14:46 WIBJAKARTA - Perjuangan para petenis Italia benar-benar membuahkan hasil dengan merebut Piala Davis. Jannik Sinner tampil sensasional untuk membawa Italia menjuarai Piala Davis pertama kalinya sejak 1976 dengan menghancurkan Alex de Minaur 6-3, 6-0 untuk memastikan kemenangan 2-0 atas Australia di Malaga, Senin dini hari.
Petenis peringkat keempat dunia itu meraih kemenangan dalam pertandingan tunggal keduasetelah Matteo Arnaldi berjuang keras mengalahkan Alexei Popyrin 7-5, 2-6, 6-4 dalam pertandingan pembuka.
Sinneryang mengalahkan petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic dua kali dalam satu hari Sabtu (25/11) untuk mengeliminasi Serbia. Ini memastikan gelar keduanya bagi negaranya dengan kemenangan meyakinkan atas Australia yang dipimpin Lleyton Hewitt.
"Saya cukup baik hari ini. Ini adalah kemenangan yang sangat penting bagi Italia bersama-sama," kata Sinner seperti dikutip dari AFP.
Sinner membuat De Minaur kewalahan dengan penampilan agresif. Dia melepaskan pukulan-pukulan keras yang menghibur sebagian besar penonton di arena Martin Carpena.
Sinner telah memenangkan lima pertemuan sebelumnya melawan De Minaur . Pemain peringkat 12 dunia itu kembali tidak mampu memberi perlawanan dengan dipecundangi dalam 81 menit.
Kekalahan itu membuat penantian Australia untuk meraih Piala Davispun harus berlanjut. Gelar terakhirnya didapat 2003. Namun Italia, yang terakhir mencapai final pada 1998 merayakan keberhasilannya saat pukulan De Minaur melebar untuk mengakhiri pertandingan.
Pada hari Sabtu (25/11), Italia hampir saja tersingkirtetapi Sinner menyelamatkan tiga match pointsaat melawan Djokovic untuk memaksa pertandingan ganda penentu dimainkan.
"Kemarin Italia hanya berjarak satu poin dari kekalahan dan sekarang bisa merayakan kemenangan. Semua bisa sangat-sangat bahagia," kata Sinner. Italia mengakhiri penantian selama 47 tahun, selisih waktu terpanjang ketiga antara gelar dalam sejarah Davis Cup.
Sinneryang kalah dalam pertarungan final ATP melawan Djokovic sepekan sebelumnya di Turin,layak mendapat penghargaan khusus untuk penampilannya yang menakjubkan di Malaga. Dengan keberhasilannya memenangi kelima pertandingan rubber yang dimainkan.
Dengan fokus permainan yang tajam sejak awal, dia mematahkan service lawan set pertama untuk memimpin 2-1 saat De Minaur memukul bola lob keluar. Kemudian menutupnya dengan pukulan forehand yang kuat.
Pada set kedua, Sinner menghasilkan 19 pukulan winner dengan hanya lima unforced errors untuk meraih kemenangan. "Saya akan mencari cara untuk menjadi lebih baik untuk dapat menghadapi pemain-pemain seperti ini. Hari ini saya tidak tampil cukup baik," kata De Minauryang juga merasakan kekecewaan bersama Australia dalam final tahun lalu.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
China Dukung Kelanjutan Perundingan Damai Iran dan Amerika Serikat di Swiss
-
Piala Dunia 2026 Bergulir di Tengah Euforia, Harga Tiket Fantastis, dan Polemik Visa
-
Persib VS Persijap: Babak Pertama Laga Tanpa Gol, Maung Bandung Ketar Ketir
-
Pemkab Natuna Siapkan Lahan 20 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Garuda di Wilayah Perbatasan
-
Jannik Sinner Juarai Wimbledon 2026 usai Kalahkan Alexander Zverev
-
Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.