Erupsi Sinabung Mengancam! Kualanamu Perketat Keselamatan Penerbangan, 21 Penerbangan Dibatalkan

Rabu, 02 Sep 2026, 04:00 WIB

MEDAN - PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu memprioritaskan keselamatan di tengah penyesuaian operasional penerbangan akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

"Aktivitas erupsi Gunung Sinabung, Senin (31/8), berdampak terhadap operasional sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu," kata Plt Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi Dedy Sri Cahyono di Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa.

Ket. Foto: Sejumlah calon penumpang maskapai sedang menanti operasional penerbangan di terminal domestik Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (1/9). — Sumber: Antara foto/HO-PT Angkasa Pura Aviasi

Dampak sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung, lanjut dia, telah menyebabkan sejumlah maskapai penerbangan melakukan penyesuaian operasional berupa keterlambatan.

Selain itu, adanya perubahan jadwal penerbangan hingga pembatalan penerbangan, baik rute domestik dan internasional dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Data sementara hingga hari ini tercatat ada 21 penerbangan dari dan menuju Kualanamu dibatalkan, sejumlah penerbangan lainnya mengalami keterlambatan, dan penyesuaian jadwal," paparnya.

Jumlah penerbangan terdampak ini, jelas dia, masih bersifat dinamis atas kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung, serta keputusan operasional masing-masing maskapai penerbangan.

Selain itu, AirNav Indonesia menerbitkan notice to airmen atau NOTAM A3250/26 menginformasikan penutupan sementara Bandara Internasional Kualanamu sebagai antisipasi keselamatan penerbangan.

"Terhitung hari ini Kualanamu ditutup sementara mulai pukul 10.50 WIB hingga pukul 12.45 WIB, akibat dampak abu vulkanik Sinabung. Informasi ini bersifat dinamis, dan bisa diperbarui menyesuaikan perkembangan kondisi terkini," ucap Dedy.

PT Angkasa Pura Aviasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan secara intensif perkembangan kondisi di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap keputusan operasional penerbangan tetap mengacu pada aspek keselamatan dan keamanan.

"Kami mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari dan menuju Kualanamu secara berkala memastikan status penerbangannya melalui kanal informasi resmi maskapai," tutur Dedy.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.