Di Ponpes Al Furqon, Yenny Wahid Ungkap Kriteria Pemimpin yang Dibutuhkan Santri

Sabtu, 25 Nov 2023, 11:04 WIB

JAKARTA - Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid mengungkapkan sejumlah kriteria pemimpin yang dibutuhkan terutama bagi santri di pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Yenny Wahid saat melakukan silaturahmi di Pondok Pesantren Al-Furqon Paceh Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (23/11).

Pertama, calon pemimpin Indonesia harus mengerti kebutuhan santri. Menurutnya, para santri harus difasilitasi dengan diberikan banyak beasiswa ke luar negeri.

"Jadi, nanti cari pemimpin yang mau memberikan komitmen beasiswa yang lebih banyak lagi untuk para santri biar bisa ke luar negeri," kata Yenny Wahid dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/11).

Ia mengungkapkan Gus Dur juga pernah mendapatkan beasiswa ke Mesir, Irak dan lainnya. Padahal, Gus Dur sejak kecil sudah menjadi anak yatim.

"Gus Dur waktu itu sudah yatim, tidak punya uang. Tapi karena mendapat beasiswa jadi bisa belajar ke luar negeri," jelasnya.

Selain itu, pemimpin di masa depan harus memikirkan santri yang sudah lulus agar dimudahkan dalam pekerjaan. Mereka diberikan pelatihan untuk kewirausahaan, sehingga bisa menjadi pengusaha pengusaha sukses.

Yenny Wahid berharap sosok pemimpin itu mau mengerti santri, di antaranya salah satu tantangan santri yaitu ijazah ma'had tidak diakui. Adapun mereka sudah belajar namun ijazah sarjananya tidak diakui.

"Jadi, ke depan harus disamakan, status sehingga bisa mencari pekerjaan. Nah, yang bisa mengerti kebutuhan santri kalau buat saya ya harus santri juga. Bagi kita orang yang mau mengerti kebutuhan santri disana ada yang namanya Mahfud Md.," ujar Yenny.

Direktur Wahid Foundation ini mengungkapkan dalam konteks yang lebih besar atau negara, Indonesia butuh pemimpin yang berkomitmen dalam penegakan hukum dan bisa memberantas korupsi serta pungutan liar.

"Kalau hukumnya tidak tegak maka semuanya kacau. Penegakan hukum penting, bayangkan kalau korupsi tinggi, yang akan terjadi negara ini jadi miskin, negara tidak punya uang, begitu negara tidak punya uang, maka tidak bisa membangun apa-apa," pungkasnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.