Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investasi ke Sektor Pertanian Harus Lebih Besar

24 Jumat, 24 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Investasi ke Sektor Pertanian Harus Lebih Besar Investasi ke Sektor Pertanian Harus Lebih Besar Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Upaya pemerintah untuk swasembada pangan semestinya tidak hanya dengan menggaungkan berbagai program, tetapi harus diiringi dengan investasi yang lebih besar ke sektor pertanian.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB University), Bayu Krisnamurthi, menyebutkan perlunya investasi yang lebih besar ke sektor pertanian agar tingkat pendapatan petani meningkat, sehingga sektor pertanian kembali menarik.

Bayu mengatakan rata-rata tingkat pendapatan petani di Indonesia saat ini masih rendah, yaitu sekitar satu juta rupiah per bulan. Dengan pendapatan yang rendah maka mendorong para petani masih bergantung pada pendapatan dari luar sektor pertanian.

"Kira-kira sekarang 50 persen sampai 60 persen pendapatan keluarga petani dari luar pertanian," kata Bayu.

Akibatnya, jumlah petani menurun sebanyak lima juta dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Dari komposisinya, juga menunjukkan demografi petani di Indonesia saat ini didominasi oleh kelompok berusia di atas 45 tahun, yakni sekitar 60,8 persen. Kebanyakan dari petani juga berlatar belakang lulusan sekolah dasar yakni 72,6 persen.

Di samping itu, lahan pertanian tiap petani di Indonesia terbilang kecil, yaitu hanya sekitar 0,17 hektare.

Padahal, sektor pangan tengah menghadapi banyak tantangan, misalnya dampak fenomena El Nino serta ketidakpastian iklim yang mungkin membuat musim tanam-panen mundur selama dua bulan.

Ketidakpastian pasokan dan harga pupuk, harga minyak, serta harga komoditas juga menjadi kendala di sektor pertanian. "Selama 2022, produktivitas pertanian kita turun 2 persen, berakibat produksi turun sekitar 600 ribu ton beras," jelas Bayu seperti dikutip dari Antara.

Selama enam bulan ke depan, sektor pertanian masih diselimuti berbagai kondisi ekonomi dan geopolitik global yang mungkin berdampak pada kinerja, seperti perang Russia-Ukraina, nilai tukar dan suku bunga yang relatif masih tinggi, pemilu, hingga periode Natal dan Tahun Baru serta Ramadan dan Idul Fitri.

Pakar pertanian, pangan, energi, dan perdagangan itu pun merekomendasikan adanya dorongan insentif untuk sektor pertanian.

"Kita sedang tidak baik-baik saja, perlu ada investasi lebih besar pada pertanian. Sebab menurut saya, no farmers, no food, no future. Kita butuh petani, petani perlu sejahtera dan disejahterakan agar generasi muda mau jadi petani," tutur dia.

Serap Tenaga Kerja

Asisten Deputi Utusan Khusus Presiden (UKP), Ahmad Yakub, mengatakan investasi pada sektor pertanian di Indonesia sangat penting karena sangat signifikan memberi dampak poisitif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

"Pertanian menyumbang sampai 12 persen dari total PDB Bruto nasional dan pertanian menyerap 38 juta tenaga kerja dari 146 juta tenaga kerja secara nasional.

Investasinya semestinya on farm dan off farm secara berbarengan, sehingga kata kuncinya rantai nilai dari pertanian bisa didistribusikan ke petani sehingga kaum muda akan mau kembali ke sektor pertanian," kata Yakub.

Investasi on farm, jelasnya, bisa berupa benih unggul di sektor pangan dan hortikultura agar kuantitas dan kualitas bisa menghadang produk impor dan memenuhi kebutuhan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Ekonomi
Sebanyak 60 UMKM Ramaikan F...
Nasional
Penyaluran Bantuan Air Bers...
Megapolitan
Lapak Baca Gratis Hadir unt...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.