Asean Paling Rentan Terdampak Perubahan Iklim

Kamis, 23 Nov 2023, 08:36 WIB

JAKARTA - Transformasi menuju ekonomi hijau dan biru atau green and blue economy harus dipercepat untuk mencapai pembangunan berkelanjutan karena dampak perubahan iklim tidaklah kecil. Bahkan, kawasan Asia Tenggara atau Asean dianggap sebagai wilayah sangat rentan terdampak perubahan iklim.

Mengutip laporan Bank Pembangunan Asia (ADB), Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan Asia Tenggara termasuk kawasan berisiko terdampak perubahan iklim secara tidak proporsional. Akibat perubahan iklim, Asean berpotensi kehilangan hingga 30 persen produk domestik bruto (PDB) pada 2050.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

"Perubahan iklim juga berdampak pada ketahanan pangan," tegas Airlangga yang mewakili Presiden Joko Widodo saat membuka acara The 41st Conference Asean Federation of Engineering Organization yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Asean Federation of Engineering Organisations (AFEO) di Bali International Convention Center, Rabu (22/11).

Dia menjelaskan sustainability atau pembangunan berkelanjutan menjadi isu global. Pada Keketuaan Indonesia di Asean pada 2023, terdapat 16 Priority Economic Deliverables (PED) yang menggarisbawahi peran penting ekonomi berkelanjutan untuk masa depan berketahanan. Tujuan ini mencakup kerangka kerja yang lebih luas untuk pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), peningkatan keuangan berkelanjutan, standardisasi implementasi SDGs, mempromosikan transisi energi, peningkatan interkonektivitas energi, dan kapitalisasi ekonomi biru.

Asean juga merumuskan dan mengembangkan berbagai inisiatif untuk mendukung penerapan ekonomi hijau melalui Asean Leaders' Declaration on Developing Regional Electric Vehicle Ecosystem. Deklarasi itu mendukung penerapan EV di negara-negara anggota Asean.

Menko Airlangga juga menjelaskan pengembangan EV ecosystem akan dapat mengurangi pada ketergantungan energi, terutama imported fuel.

Serupa dengan ekonomi hijau, Asean juga mengupayakan penerapan ekonomi biru. Para Menteri Dewan Masyarakat Ekonomi Asean (AEC) mengadopsi Asean Blue Economic Framework pada AEC Council Meeting ke-23 dan selanjutnya juga diadopsi oleh para Pemimpin pada KTT ke-43 Asean.

Selain itu, Indonesia juga menyelenggarakan Asean Indo-Pacific Forum (AIPF) yang memiliki serangkaian hasil nyata, terdiri dari 93 proyek, dengan nilai agregat sekitar 38,2 miliar dollar AS. AIPF dirancang untuk menyelaraskan dengan infrastruktur ramah lingkungan dan rantai pasokan yang fleksibel, inovasi dan pembiayaan berkelanjutan, serta transformasi digital.

Kenaikan Suhu

Di tingkat nasional, biofuel di Indonesia akan terus dikembangkan berdasarkan aspek pendukungnya, tidak hanya biodiesel (bioetanol, HVO, Bioavtur), tetapi juga produk minyak sawit (CPO) dan juga produk non-CPO. "Indonesia juga telah menjajaki potensi sel bahan bakar hidrogen," lanjut Airlangga.

Dihubungi terpisah, Peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, memperingatkan dampak perubahan global cukup nyata, dan semakin serius, dengan tingkat emisi global saat ini jika dibiarkan kemungkinan terjadi kenaikan suhu global bisa mencapai lebih dari 2 derajat Celsius.

Menurutnya, di situlah pentingnya kerja sama global dan komitmen seluruh negara, yang serius menekan emisi dengan skema net zero emision sesuai The Paris Agreement, agar pada 2030 nanti suhu global dapat tetap ditahan di bawah 1,5 derajat Celsius.

Dia mengatakan kalau dibiarkan, perubahan suhu global di atas 1,5 derajat Celsius tidak hanya akan membuat hilangnya sebagian lapisan es Antartika, tetapi juga melahirkan instabilitas iklim dengan perubahan cuaca ekstrem.

"Kondisi tersebut berakibat serius pada sektor pertanian dan perikanan, yang secara serius akan berdampak pada ketahanan pangan global," pungkas Hafidz.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif! Menteri Ekraf Beri Syarat Penting: Wajib Buka Lapangan Kerja

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.