Kemendikbudristek: Revitalisasi Bahasa Daerah Penting untuk Cegah Kepunahan

Rabu, 22 Nov 2023, 13:19 WIB

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebut pentingnya revitalisasi bahasa daerah untuk mencegah kepunahan bahasa di Indonesia.

Ket. Foto: Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Hafidz Muksin dalam acara Festival Tunas Bahasa Ibu di Jayapura Papua, Rabu (22/11). — Sumber: antarafoto

"Merdeka Belajar episode ke-17, revitalisasi bahasa daerah adalah hal yang sangat penting karena dilandasi adanya kepunahan bahasa daerah yang terjadi di Indonesia," kata Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Hafidz Muksin dalam acara Festival Tunas Bahasa Ibu di Jayapura Papua, Rabu (22/11).

Dikatakannya, bahasa daerah adalah salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia.

Sebanyak 718 bahasa daerah telah teridentifikasi dan menjadi bukti kekayaan bangsa Indonesia yang bhinneka.

Namun, di sisi lain, ancaman kepunahan terhadap bahasa-bahasa tersebut juga makin kuat terjadi.

"Dari 718 bahasa daerah, ada yang kondisinya rentan, ada yang kritis, dan ada yang hampir punah. Bahkan 11 bahasa sudah punah, di antaranya ada di Papua," kata Hafidz Muksin.

Karena itu, program revitalisasi bahasa daerah harus dilaksanakan untuk menyelamatkan bahasa daerah dari kepunahan.

"Kondisi kepunahan bahasa daerah ini tidak boleh kita biarkan terus berlanjut. Bahkan UNESCO juga mengatakan dalam 30 tahun terakhir ada 200 bahasa daerah di dunia yang punah. Artinya ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga terjadi di seluruh dunia," katanya.

Program Revitalisasi Bahasa Daerah merupakan program Merdeka Belajar Episode 17 yang diluncurkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 22 Februari 2022.

Salah satu tahapan dari program Revitalisasi Bahasa Daerah yang menjadi pendorong semangat menggelorakan kembali penggunaan bahasa daerah adalah Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).

Program ini telah mencetak para Tunas Bahasa Ibu yang akan menjadi contoh generasi muda lainnya untuk menggunakan bahasa daerahnya.

"Fokus utama revitalisasi bahasa daerah adalah para penutur muda. Mereka diharapkan akan mewarisi bahasa daerah di masing-masing kabupaten kepada generasi berikutnya," kata Hafidz Muksin.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.